Breaking News

Diduga Lakukan Illegal Logging

Dir.Reskrimsus Polda Aceh Tetap Tgk Maop DPO

Dir.Reskrimsus Polda Aceh Tetap Tgk Maop DPO
Foto: Ist

Banda Aceh I Diduga telah melakukan tindak pidana pengerusakan hutan (illegal logging), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit. Reskrimsus) Polda Aceh, akhirnya menetapkan dan memasukkan Muhammad Amrizal alias Tgk Maop dalam daftar pencarian orang (DPO).

Penatapan pengusaha kayu beralamat di Dusun Tualang Tengoh, Kecamatan Langsa Kota ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP.A/151/X/RES.5.6/2020/SPKT, tanggal 29 Oktober 2020 lalu.

Sumber media ini di Polda Aceh membenarkan adanya status terhadap pengusaha kayu tersebut.

“Perkaranya ditangani Subdit IV Tipider Dit. Reskrimsus Polda Aceh,” jelas Dir. Reskrimsus Polda Aceh Kombes Pol. Margiyanta pada media ini beberapa waktu lalu di Banda Aceh.

Nah, karena dugaan telah melakukan perbuatan illegal logging, khususnya di Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang itulah, Tgk Maop dijerat Pasal 82 ayat (3) hhuruf a,b dan c Jo Pasal 12 huruf a.b dan c atau Pasal 85 ayat (2) Jo Pasal 12 huruf g, UU No: 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Sementara itu, kontributor MODUSACEH.CO liputan Kota Langsa dan Aceh Tamiang melaporkan. Tgk Maop juga tercatat sebagai Ketua Koperasi Produsen Sinar Maju (KPSM), yang menggarap lahan di empat desa yakni Blang Tualang, Alir Teh, Keumuning dan Jamur Labu, Kecamatan Birem Nayeun, Kabupaten Aceh Timur.

Kepada media pers, Tgk Maop pernah mengaku dan mengklaim bahwa lahan yang digarap itu sudah sesuai sesuai prosedur.

“Kita sudah garap atau kelola lahan diempat desa itu sejak tahun 2012-2013  masyarakat mulai merintis lahan milik PT Srimusara Lestari,” ujar pada media pers, Jumat 17 April 2020.

Diakui Tgk Maop, pada 2015, perusahaan tersebut juga memberi kuasa kepada dirinya untuk mengarap lahan seluas 9.000 hektare untuk dikelola. 

Seiring berjalannya waktu, mereka meningkatkan status lahan tersebut, dengan membentuk koperasi yang diberi nama KPSM. Kabarnya, anggotanya KPSM berasal dari mantan anggota GAM, korban konflik, janda dan anak yatim piatu.

Diakuinya, pengelolaan lahan milik eks PT Srimusara Lestari seluas itu, juga melibatkan mantan kombatan GAM dari wilayah Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang.

Tujuannya, lahan itu untuk pemberdayaan masyarakat korban konflik, mantan kombatan GAM dan ini sesuai dengan program Pemerintah Pusat.

“Penggarapan lahan itu juga sudah kita lakukan dan sesuai dengan aturan yang berlaku, dengan sangat memperhatikan apakah masuk dalam kawasan hutan lindung atau tidak. Jadi, bila dituduh menggarap lahan milik masyarakat di bawah naungan Koperasi Sinar Jaya, itu tidak benar. Tolong dibuktikan dimana kami menggarap lahan masyarakat,” tantang Tgk Maop ketika itu. 

Tgk Maob mengatakan, kepemilikan lahan yang digarap sudah mendapatkan surat berupa akte jual beli dari pejabat pembuat akte tanah (PPAT) di Aceh Timur dan ini merupakan kepemilikan dari beberapa sago GAM wilayah Manyak Payed, Aceh Timur, Langsa, anak-anak yatim dan janda.

“Intinya, masalah izin garap kami sudah lengkap dengan sesuai dengan ada dasar hukumnya, seperti surat izin garap, surat sporadik serta PPAT,” tegasnya lagi.

Entah karena alasan tersebut, 23 Oktober 2019 lalu, KPSM sudah mengusulkan surat permohonan areal dan penerbitan sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Timur, namun sampai saat ini belum diterbitkan.

Alasan BPN, surat yang diajukan salah dan telah diperbaiki, tapi sampai sekarang tidak juga diterbitkan. Namun, tanpa ada alasan yang jelas pihak BPN telah mengeluarkan sertifikat atas nama Koperasi Sinar Jaya yang diketuai Muhammad, sehingga terjadilah sengketa sampai saat ini.

Begitupun, Polda Aceh akhirnya memasukkan Tgk Maob dalam DPO. Ini bukan terkait pengelolaan lahan, tapi praktik pencurian kayu atau illegal logging. Dan, MODUSACEH.CO hingga kini belum berhasil mengkonfirmasi Tgk Maop.

Benarkah ada orang kuat dibelakang Tgk Maop? Entahlah.***

Komentar

Loading...