Dinyatakan Bersalah Jual Trenggiling, Husaini Dituntut Tiga Tahun

Dinyatakan Bersalah Jual Trenggiling, Husaini Dituntut Tiga Tahun
Penulis
Rubrik

Bireuen | Pengadilan Negeri (PN) Bireuen, kembali melanjutkan sidang kasus perdagangan (penjualan) satwa yang dilindungi yaitu, Sisik Trenggiling dengan agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JPU Agussalim Tampubolon, SH. menuntut terdakwa, Husaini S.P bin Hasballah (61) dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 50 juta.

Menurutnya terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perniagaan, penyimpanan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi.

“Sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia No 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya,” kata JPU Agussalim Tampubolon, SH di depan Majelis Hakim dalam sidang yang dipimpin Zufida Hanum, Selasa, 8 Oktober 2019.

Dalam sidang tersebut terdakwa Husaini menjalani sidang tanpa didampingi pengacara. Ia hanya ditemani istri.

Sesudah tuntutan dibacakan, Ketua Majelis Hakim Zufida Hanum SH.MH bertanya, apakah terdakwa akan melakukan Pledoi (pembelaan---red). "Akan Pledoi," jawab terdakwa.

Sidang akan dilanjutkan, Selasa pekan depan (15/10/2019) dengan agenda pembacaan Pledoi dari terdakwa.

Sekedar mengulang terdakwa Husaini S.P Bin Hasballah (residivis kasus yang sama) ditangkap tanggal 7 Juli 2019, sekira pukul 19.30 WIB.

Saat itu terdakwa berangkat dari rumahnya, menumpang angkutan L300 menuju ke Kota Mini Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie.

Selanjutnya, pukul 22.00 WIB, mengganti mobil dengan menumpang Bus Putra Pelangi Perkasa, menuju Medan, Sumatera Utara untuk menjual kulit/sisik trenggiling kepada Udin.

Ini sesuai pesanan sebelumnya melalui handphone, dengan membawa kulit/sisik trenggiling yang dibungkus karung goni dalam kardus/kotak air mineral.

Namun, sekira pukul 23.45 WIB, Bus Putra Pelangi Perkasa yang ditumpangi terdakwa dihentikan anggota Subdit Tipiter Dit Reskrimsus Polda Aceh di Jalan Banda Aceh–Medan, Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.***

Komentar

Loading...