Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Terkait TKI Korban Penipuan Agen di Malaysia Melarikan Diri

Dinsos Aceh Serahkan Delapan TKI pada Keluarga dan Perangkat Desa

Dinsos Aceh Serahkan Delapan TKI pada Keluarga dan Perangkat Desa
Penulis
Rubrik

Aceh Tamiang | Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh, memulangkan dan menyerahkan delapan TKI yang terdiri dari, enam warga Aceh Tamiang dan dua orang warga Aceh Timur kepada keluarga masing-masing. Penyerahan dilakukan pada keluarga dan perangkat desa, Minggu, 18 November 2018.

Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinas Sosial Aceh, Rohaya Hanum SE, menghimbau semua warga Aceh agar tidak menjadi TKI menggunakan jasa-jasa agen yang tidak resmi.

"Jangan mau ditipu oleh agen, jangan mau jadi TKI tanpa jalur resmi," katanya.

Rohaya mengaku, prihatin dengan maraknya tlpenipuan kepada warga Aceh yang hendak bekerja menjadi TKI di Malaysia, dengan diiming-imingi pendapatan yang besar. Padahal kata Rohaya, kasus penipuan oleh calo TKI sudah sangat banyak memakan korban.

"Mereka ditipu oleh agen-agen. Sementara selama ini kami gencar melakukan sosialisasi, tapi mereka memang direkrut secara pribadi dan door to door ke kampung," katanya.

Mereka kata Rohaya, diiming-imingi gaji dan bonus yang menggiurkan. Padahal, semua itu tidak ada, sehingga banyak yang memilih lari dan banyak juga yang ditangkap oleh pihak keamanan di Malaysia.

"Masyarakat ditipu, karena mereka nggak paham bagaimana prosedur bekerja ke luar negeri," katanya.

Sebelumnya, penyerahan TKI tersebut berlangsung di Mapolres Aceh Tamiang. Dipimpin KBO Reskrim Polres Aceh Tamiang Ipda Agus Djumonang.

Salah seorang TKI itu, Samsari mengaku sangat senang, karena dapat kembali bertemu dengan keluarga dalam kondisi selamat.

"Senang karena dapat bertemu keluarga kami di sini," katanya sumringah.

"Kami harapkan dengan kejadian ini, bisa membantu kawan-kawan yang masih tinggal di Serawak Malaysia, untuk bisa segera pulang kampung," lanjutnya.

Menurut dia, masih banyak warga Aceh yang bernasib sama seperti mereka di Serawak. Namun, masih bertahan bekerja di perusahaan tersebut.

Ayah tiga anak ini bertekad setelah kejadian ini, tidak akan pernah mau lagi diajak bekerja ke Malaysia. Apalagi tidak dengan cara yang resmi atau ilegal. Selain itu, dia juga menghimbau agar tidak ada lagi warga Aceh bernasib sama seperti mereka.

"Kalau diajak lagi kami tidak akan mengulang, kami pergi akan menggunakan jalur resmi, kepada kawan-kawan kami di sana segera pulang ke Indonesia, seperti yang sudah mereka lakukan dengan  melarikan diri dan tidak tahu yang menangani dan siapa yang memulangkan," ajaknya.

Sebelumnya, delapan TKI yaitu, Ano, Bayu Suardika, Darman Syah, Suherdi, Samsul Bahri dan Samsari adalah warga Aceh Tamiang. Sementara Suhada dan Akbar merupakan warga Aceh Timur. Mereka sempat terlantar di Entikong, Kalimantan Barat setelah melarikan diri dari tempat mereka bekerja di perusahaan sawit SOPB di Miri, Serawak Malaysia.***

Komentar

Loading...