Dinsos Aceh Beri Kaki Palsu untuk 100 Penyandang Distabilitas

Dinsos Aceh Beri Kaki Palsu untuk 100 Penyandang Distabilitas
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Dinas Sosial (Dinsos) Aceh melakukan pengukuran dan pemasangan 100 orang penerima kaki dan tangan palsu.

Mereka berasal dari 17 kabupaten atau kota di Aceh. Acara dilakukan di lingkungan Dinas Sosial Aceh, Jalan Sultan Iskandar Muda No. 49, Kampung Baru, Kecamayan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Senin, 16 September 2019.

Ada pun 17 kabupaten dan  kota di Aceh yaitu, dari Banda Aceh empat orang, Aceh Besar (enam orang), Aceh Tamiang (sembilan orang), Aceh Timur (14 orang), Nagan Raya (lima orang), Subussalam (12 orang), Pidie (lima orang), Pidie Jaya (empat orang), Bireuen (dua orang), Aceh Utara (satu orang), Lhokseumawe (satu orang), Aceh Jaya (satu orang), Aceh Barat (sembilan orang), Aceh Selatan (8 orang), Gayo Lues (3 orang), Singkil (5 orang) serta Aceh Tengah, 6 orang.

Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Devi Riansyah, A.KS., M.Si mengatakan. Pengukuran ini diperlukan agar penyandang distabilitas mendapatkan kaki atau tangan palsu, sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bantuan kaki dan tangan palsu ini, berbeda dengan bantuan lain dikarenakan sangat spesifik.

“Harus diukur terlebih dahulu, karena kaki dan tangan tidak dijual di pasaran dalam bentuk ukuran. Misal, L, M, atau S. Jadi memang harus benar-benar diukur, lebar, tinggi dan besarnya disesuaikan dengan tubuh yang bersangkutan,” ungkapnya.

Setelah melakukan pengukuran, dibutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk proses pembuatan kaki dan tangan palsu. Sehingga, para penyandang distabilitas akan dibagi jadwal untuk pemasangan.

“Nah, nanti kita akan panggil kembali mereka ke Banda Aceh untuk pemasangan kaki dan tangan palsu,” jelasnya.

Terkait dengan pelaksanaan kegiatan ini, bekerja sama dengan Yayasan Kasih Tuna Darsa yang memang mendapat rekomendasi dari Kementerian Sosial.

“Karena untuk pembuatan kaki dan tangan palsu tak bisa sembarangan orang. Mereka harus punya sertifikasi dan juga anatomi tertentu,” kata Devi.

Setiap tahunnya Dinas Sosial Aceh melakukan pemasangan 100 kaki palsu kepada penderita distabilitas. Ada pun syarat untuk mendapatkan kaki dan tangan palsu ini sangat mudah.

“Setiap masyarakat penyandang distabilitas diwajibkan melapor ke Dinas Sosial Kabupaten dsn Kota setempat, dan kemudian dinas setempat mengirim data ke Dinas Sosial Aceh,” jelas Sekretaris Dinsos itu.***

Komentar

Loading...