Dinilai tak Layak Edar, BI Cabang Lhokseumawe Musnahkan Rp541 Miliar Uang Kertas

Dinilai tak Layak Edar, BI Cabang Lhokseumawe Musnahkan Rp541 Miliar Uang Kertas
Foto: google

Lhokseumawe | Karena dinilai kondisinya lusuh dan tak layak lagi digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Bank Indonesia (BI) Cabang Lhokseumawe, melakukan pemusnahan uang kertas senilai, Rp 541.282.271.000. Pemusnahan itu dilakukan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cabang Lhokseumawe, Jalan Merdeka, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Kepala BI Cabang Lhokseumawe, Yufrizal mengatakan hal itu pada media ini, Selasa di Lhokseumawe.

Dikatakannya,  uang rusak itu merupakan hasil jaringan yang terhitung hingga 11 Oktober 2019 lalu. Sementara uang tak layak edar atau lusuh yang ditarik atau masuk hingga 11 Oktober 2019 yakni senilai Rp 746.682.033.000.

Disebutkannya,  uang lusuh yang dimusnahkan tersebut terdiri dari uang kertas pecahan Rp 1 ribu hingga Rp 20 ribu. Alasannya, intensitas masyarakat umumnya memanfaatkan transaksi menggunakan uang pecahan kecil.

“Uang yang dimusnahkan dalam kondisi tak layak edar dan uang yang ditukarkan masyarakat pada Bank Indonesia dalam kondisi rusak atau sobek. Karena itu, pemusnahan dilakukan harus mengikuti ketentuan yang berlaku di Bank Indonesia,” jelasnya.

20191015-kepala-bi

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Yufrizal (Foto: Serambi Indonesia)

Ada pun sasaran penjaringan uang lusuh sendiri berasal dari seluruh wilayah kerja BI Lhokseumawe, yang memang sudah terjadwalkan setiap tahun.

“Metode penjaringan uang lusuh berupa edukasi dan layanan penukaran. Selain ketentuan BI, pemusnahan uang tak layak edar juga mengacu pada Undang-Undang Mata Uang, Nomor 7 tahun 2011,” jelas dia.***

Komentar

Loading...