Dinas ESDM Aceh Akui Sudah Minta PT. Mifa Pasang Alat Cegah Debu

Dinas ESDM Aceh Akui Sudah Minta PT. Mifa Pasang Alat Cegah Debu
Said Faisal (bajuh putih) dan Jaringan net di pagar PT. Mifa Bersaudara/Foto Juli Saidi
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kepala Seksi Pemetaan Wilayah Pertambangan Mineral dan Batubara Dinas Energi dan Sumber Mineral (ESDM)) Provinsi Aceh Said Faisal, di ruang kerjanya, Banda Aceh, Rabu (08/11/2017) mengakui. Pihaknya sudah turun langsung ke lokasi stockpile batu bara PT. Mifa Bersaudara, Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Agustus 2017 lalu.

Dalam kunjungan itu, Said Faisal mengaku menemukan ada debu seperti yang dikeluhkan masyarakat setempat. “Dari hasil kunjungan memang ditemukan,” ujar Said Faisal, Rabu (08/11).

Makanya, mereka sudah menyampaikan saran pada pihak perusahaan untuk melakukan langkah-langkah antisipasi persoalan debu tersebut.

“Waktu pertama sekali kita turun ke lokasi, stockpile Mifa itu sudah kita lihat. Kita sudah coba komunikasikan dengan PT. Mifa, agar mereka mengambil langkah-langkah mengatasi debu itu,” kata Said Faisal. 

Menurut Said Faisal, pihak perusahaan sudah memasang jaring net, water splay dan water tank. Tiga jenis alat itu sebagai upaya untuk mencegah atau meminimalisir debu batu bara.

“Salah satunya mereka membuat jaring net, kemudian water splay untuk mencegah debu, jadi debu bisa diminimalisir. Persoalan udara sebenarnya, jika musim angin kuat maka debunya juga akan terbang tinggi,” katanya.

Antisipasi debu batu bara dengan cara penyiraman jalan, menyiapkan water tank, kata Said Faisal. Dan itu harus dilakukan secara rutin dan rapat.

“Artinya selang waktu tiga jam harus disiram jalan,” ujarnya menjelaskan. Sedangkan untuk jaring net menurut Said Faisal perusahaan PT. Mifa Bersaudara harus membuat setinggi enam meter.

“Jaringan net dibuat setinggi enam meter di sekeliling pelabuhan dengan batas penduduk,” sebut Said Faisal.

Selain itu dia menyarankan, pihak perusahaan untuk memasang alat tersebut. Itu yang bisa dilakukan Dinas ESDM Provinsi Aceh. Sedangkan masalah mengantisipasi debu, menjadi ranah Badan Lingkungan Hidup.

“Sejauh mana mengantisipasi debu, tanya pada Badan Lingkungan Hidup. Itu mereka yang berwenang, Amdal sama mereka. Yang kami atasi tehnik lingkungannya adalah pencemaran, sedikit debu paling kami bisa saran mereka untuk memasang jaring net, water splay, mobil tengki penyiraman,” ujar Said Faisal, Rabu (08/11).

Terkait permintaan masyarakat setempat agar mereka direlokasikan, itu tergantung pihak perusahaan. “Kalau mereka minta pindah itu tergantung perusahaanya, pemerintah tidak sampai  merelekosinya, itu antara perusahaan dengan masyarakat. Artinya ganti rugi,” sebut Said Faisal.***

Komentar

Loading...