Dilaporkan ke Polisi, Fitriadi: Itu Biasa

Dilaporkan ke Polisi, Fitriadi: Itu Biasa
Ketua Forum KMBSA, Fitriadi Lanta.

Meulaboh | Ketua Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA), Fitriadi Lanta yang saat ini dilaporkan ajudan Bupati Aceh Barat ke pihak Kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik terhadap pejabat negara menilai, hal tersebut biasa dan dirinya siap untuk mengikuti proses hukum.

“Biasa aja, kita ikuti proses hukum yang berlaku, saya dilaporkan pertama saya ucapkan terimakasih kepada pihak yang melaporkan, dengan demikian, secara tidak langsung saya didorong untuk pelajari delik-delik hukum. Secara ilmu saya sangat diuntungkan,” kata Fitriadi dikonfirmasi MODUSACEH.CO, Jumat (21/2/2020).

Dirinya menjelaskan, tujuan dibagikannya video tersebut melalui WhatsApp Group (WAG) bukanlah untuk mencemarkan nama baik. Melainkan karena rasa penasaran untuk memastikan kebenaran video tersebut. Sementera dirinya juga menerima dari pihak lain yang tidak diketahui lagi.

Fitriadi tak membantah atas tuduhan yang diutarakan ajudan Bupati Aceh Barat menjadi pembagi video tersebut. Namun, dirinya bukanlah perekam. Saat kejadian tak elok itu berlangsung ia tidaklah berada di lokasi.

“Masalah apapun, segala keputusan itu bukan di tangan kita. saya jalani aja, yang penting sebelah sana jangan marah-marah. Saya ada membagi video itu ke group KMBSA, saya meneruskan tetapi kalau ditanya dari mana video itu, saya tidak mampu saya jawab, karena itukan sudah masuk ke WA dan otomatis tersave. Video itu bukan dari saya langsung karena saya tidak ke sana, saya mendapat video itu dari orang orang, kemudian karena penasaran saya bagikan ke grup untuk dicek benar atau tidak,” jelasnya.

Baginya, ada hal yang cukup menarik dari perkara tersebut. Sebab Fitriadi dipilih untuk dilaporkan ke Polisi, sementara masih banyak orang lain yang memonitor kejadian di Pendopo Bupati. “Tapi saya ada yang menarik di sini, kenapa saya yang dipilih untuk dilaporkan di antara banyak yang menjadi monitor istana, jadi saya bangga,” ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, buntut dari viralnya video amatir berdurasi 1,34 menit yang memperlihatkan sosok Bupati Aceh Barat, Ramli MS melakukan aksi kekerasan terhadap seorang warga Bakongan, Aceh Selatan, Zahidin alias Tengku Janggot, kini sudah dilaporkan ke polisi.

Tak lain, laporan yang diajukan ajudan Bupati, Hidayatullah Fajri itu, terkait Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pencemaran nama baik pejabat negara dan adc bupati. Jeratan hukum itu menyasar Ketua Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA) Fitriadi Lanta.

Dugaannya, Fitriadi telah melakukan tindakan melawan hukum dengan menyebarkan video yang berisikan unsur kekerasan yang diduga Bupati Aceh Barat, Ramli MS meninju seorang warga di rumah dinasnya melalui Whatapps Grup (WAG).

Kendatipun, Ramli MS sejauh ini masih membantah aksinya yang dituduh meninju Zahidin. Alasannya, tindakan tersebut hanyalah upaya menjaga diri dari ancaman bahaya dilihat dari gerak-gerik warga Kota Naga itu.***

Komentar

Loading...