Breaking News

Diklaim Milik Pribadi, Warga Kutablang Demo Pertahankan Tanah Peninggalan Sejarah

Diklaim Milik Pribadi, Warga Kutablang Demo Pertahankan Tanah Peninggalan Sejarah
Warga bersama Geusyik Kutablang Muzakkir dan Ketua Pemuda Dedi mulai berkumpul di lahan sengketa yang berada di depan Masjid Baitul Huda. (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe | Tidak terima ada pihak yang mengklaim tanah umum menjadi milik pribadi, puluhan warga Desa Kutablang melakukan aksi demo mempertahankan tanah Alun-alun Maharaja peninggalan sejarah sebagai tanah milik umum, Rabu (24/11/2021). 

Warga yang dikendalikan oleh Geusyik Kutablang Muzakkir dan Ketua Pemuda Dedi mulai berkumpul di lahan sengketa yang berada di depan Masjid Baitul Huda. 

Warga pun mulai bersorak lantang menolak adanya upaya pihak tertentu yang ingin menguasai tanah setempat. 

Aksi warga Desa Kutablang itu mendapat perhatian dari pihak Polres Lhokseumawe dan Polsek Banda Sakti yang datang guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan. 

Geusyik Desa Kuta Blang Muzakkir mengatakan, warga menolak tindakan orang yang ingin menguasai dengan mengklaim tanah itu sebagai milik pribadi dan keluarganya. Hal itu terjadi lantaran pihak Gampong Kutablang tidak pernah menyangka akan ada pihak tertentu yang mengurus surat tanah umum menjadi milik pribadi. 

Pihak itu berupaya merebut tanah dengan cara meminta pihak BPN Kota Lhokseumawe kembali melakukan pengukuran tanah tersebut untuk dikuasai secara sepihak.

Namun sebelum hal itu dilakukan, sekira pukul 09.11 WIB, warga langsung datang menghalau upaya BPN melakukan pengukuran tanah tersebut. 

Warga bersama Geusyik Kutablang Muzakkir dan Ketua Pemuda Dedi mulai berkumpul di lahan sengketa yang berada di depan Masjid Baitul Huda. (Foto: Din Pasee)

Setelah berhasil menggagalkan kegiatan BPN, akhirnya Geusyik dan ketua pemuda dipanggil ke Mapolsek Banda Sakti untuk dimediasi secara kekeluargaan. 

Geusyik menjelaskan dasar tanah itu adalah Alun-alun milik Kerajaan Maharaja Muhammad Said dan menjadi tempat atau milik bersama. 

Pada masa penjajahan dulu sekitar Tahun 1912 sempat dikuasai dan dijadikan sebagai asrama militer Belanda. Lalu para penjajah itu pun pindah ke kawasan tepi pantai di Jalan Iskandar Muda Kecamatan Banda Sakti. 

Sedangkan tanah yang ditinggalkan itu, kembali dimanfaatkan masyarakat dan turun temurun tanah itu menjadi tempat umum yang sering digunakan sebagai tempat bermain dan berolahraga, seperti sepak bola kaki dan voli. 

“Sejak dulu alun-alun kerajaan yang diketahui bersama sebagai tempat umum dan bukan milik pribadi atau keluarga tertentu. Selama ini digunakan untuk kepentingan bersama. Makanya kami tetap mempertahankan tanah itu dari upaya penyerobotan oleh orang yang mengaku sebagai milik pribadi,” tuturnya. 

Geusyik mengaku dirinya dan warga tidak akan mundur selangkah pun, serta akan terus mempertahankan tanah alun-alun kerajaan agar tidak dikuasai secara pribadi. 

Sementara itu, Kapolsek Banda Sakti Iptu Arifin mengatakan pihaknya telah melakukan pengamanan terhadap aksi unjuk rasa warga Desa Kutablang agar tidak terjadi tindakan anarkis. 

Kemudian polisi meredam situasi dan kondisi menjadi kondusif dengan memanggil kedua belah pihak ke Kantor Mapolsek Banda Sakti untuk dimediasi. 

Kapolsek menegaskan, karena kedua belah pihak sama-sama memiliki surat atas kepemilikan tanah tersebut, maka keduanya diminta untuk menyelesaikan secara hukum dengan menempuh jalur ke Pengadilan Negeri. 

“Polisi yang mengamankan saja agar tidak terjadi tindakan anarkis atau hal yang tidak diinginkan terjadi. Makanya kita panggil kedua belah pihak dan menyarankan untuk melakukan uji keberanarannya ke Pengadilan Negeri,” jelasnya. 

Setelah itu, Geusyik dan Ketua Pemuda Desa Kutablang langsung memberi penjelasan bahwa untuk membuktikan tanah alun-alun kerajaan sebagai milik umum perlu menempuh ke Pengadilan Negeri Kota Lhokseumawe. 

Sehingga masyarakat yang berkumpul di alun-alun setempat ikut mendengar penjelasan, dan langsung diminta membubarkan diri karena solusi penyelesaian masalah di pengadilan.***

Komentar

Loading...