Terjaring Razia

Dihadang Triatikal Pengusung Jenazah Covid, Pelanggar Prokes Lhokseumawe Menangis Histeris 

Dihadang Triatikal Pengusung Jenazah Covid, Pelanggar Prokes Lhokseumawe Menangis Histeris 
Untuk memberi kesadaran terhadap pelanggar protokol kesehatan, Sabtu (29/5), Kasat Lantas AKP Radhika Angga Rista terjun langsung menggelar triatikal orang serem pengusung jenazah covid di Jalan Merdeka Kecamatan Banda Sakti (Foto: Din Pasee) 

Lhokseumawe | Seorang ibu pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes), dengan menggunakan sepeda motor melintas di Jalan Merdeka Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Sabtu (29/5/2021).

Tiba-tiba dia menjerit dan menangis histeris karena ketakutan ketika dihadang akting triatikal orang seram mengusung jenazah Covid-19 yang digelar Satlantas Polres Lhokseumawe. 

Rupanya, ibu yang belum diketahui identitasnya itu sempat terkencing di celana dan nyaris pingsan ketika dihadang pria berkostum warna hitam seram, yang memakai tanduk sambil mengusung jenazah di persimpangan lampu Merah Taman Riyadah, Jalan Merdeka. 

Kejadian yang berlangsung sekira pukul 17.30 WIB itu, sempat terekam kamera ketika sang ibu yang mengenderai sepmor Vario dengan nomor plat 5459 NAE berhenti di lampu merah tadi.

Sayang, dia bukan hanya melanggar aturan berlalu lintas karena tidak memakai helm tapi juga tidak memakai masker. 

Maka secara otomatis ibu itu merupakan sasaran dari kegiatan Triatikal Satlantas Polres Lhokseumawe, yang membuat simulasi peranan pria berkostum seram dengan membawa jenazah Covid–19. Ini sebagai peringatan atas bahayanya pandemik yang belum berakhir. 

Triatikal bertujuan melakukan sosialisasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan dengan adegan seram, pengusung jenazah Covid untuk memperingati masyarakat pelanggar protokol kesehatan di jalan raya. 

Ironisnya, sang ibu itu terlihat gemetar dan hendak mundur ketika sadar dirinya akan menjadi sasaran.

Saat mencoba mendekat dan berakting, menakuti layaknya hantu. Spontan saja wanita gemuk itu berteriak histeris sampai menangis. 

Bahkan saking takutnya, wanita itu mencoba menarik gas untuk melarikan diri.

Razia prokes oleh Satlantas Polres Lhokseumawe. (Foto: Din Pasee) 

Namun gagal karena sempat dihadang petugas Sat.Lantas yang mencoba memberi penjelasan bahwa orang berkostum itu hanya pura-pura.

Meski demikian, wanita itu tetap merasa ketakutan dan ingin melarikan diri sambil meminta agar orang berkostum serem menjauh dan jangan mendekat. 

“Jangan Pak, saya takut. Tolong jangan dekati saya, pergi jauh. Tolong jauhkan orang itu, saya takut, saya tidak mau begitu,” teriaknya. 

Usai ditenangkan petugas, wanita yang menerima masker gratis itu pun langsung tancap gas dan berangkat pulang dalam kondisi ketakutan. 

Sementara itu, bagi puluhan masyarakat lain yang terjaring sebagai pelanggar protokol kesehatan di Taman Riyadah setempat, justru tertawa gembira dan merasa terhibur ketika dihadang triatikal orang seram pengusung jenazah Covid-19. 

Adegan triatikal itu juga sempat membuat sebagian besar masyarakat terhibur dan senang mendapat teguran dengan cara yang dirasakan sangat kreatif. 

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melalui Kasat Lantas AKP Radhika Angga Rista mengatakan. Selama pandemi belum berakhir, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19.

Termasuk dengan menggelar triatikal orang berkostum seram mengusung jenazah Covid-19 di Jalan Merdeka. 

“Saat ini jumlah korban Covid terus meningkat dan mengkhawatirkan. Makanya kita tetap melakukan berbagai upaya untuk menyadarkan masyarakat agar tetap patuhi protokol kesehatan. Termasuk dengan cara menggelar triatikal,” ujarnya. 

Kasat mengatakan, triatikal itu sendiri digelar dengan tujuan untuk mensosialisasi dan menyadarkan masyarakat yang masih melanggar protokol kesehatan serta membagi masker gratis. Karena dengan cara itulah dapat memutuskan penyebaran Covid-19, agar pandemik segera berakhir, kata dia.***

Komentar

Loading...