Diduga Sesak Nafas, Seorang Gadis Rohingya Meninggal di RSU Cut Mutia

Diduga Sesak Nafas, Seorang Gadis Rohingya Meninggal di RSU Cut Mutia
Almarhumah Nur Halimah saat pertama kali mendarat di Kota Lhokseumawe. Dia dipapah rekannya karena jatuh sakit setelah perjalanan panjang di laut. Foto: Dok.MODUSACEH.CO I Din Pasee

Lhokseumawe | Seorang gadis imigran asal Myanmar (etnis Rohingya) Nur Halimah (21) meninggal dunia ditempat penampungan Kantor BLK Meunasah Mee Kandang, Selasa, 8 September 2020 malam, sekira pukul 18.30 WIB.

Saat ini, jenazah almarhumah dievakuasi ke RSU Cut Mutia untuk menjalani pemeriksaan medis.

Kini, jumlah imigran Rohingya dalam lokasi penampungan Kantor BLK Meunasah Mee Kandang berkurang satu atau menjadi 293 orang. 

Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Marzuki membenarkan satu warga Rohingya meninggal dunia pukul 18.30 WIB, dan jenazahnya telah dievakuasi ke RSU Cut Mutia untuk menjalani pemeriksaan medis dan dimandikan untuk penguburannya secara Islam.

Marzuki mengatakan, sebelumnya ditempat penampungan sementara Kantor BLK, Nur Halimah sempat terjatuh dalam kamar mandi.  Lalu, petugas dan masyarakat memberikan pertolongan dengan membawanya ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia, guna mendapatkan perawatan kesehatan.

Setelah dirawat dan pulih, Nur Halimah dibolehkan pulang ke tempat penampungan Kantor BLK Meunasah Mee Kandang. Tak berapa lama kemudian, Nur Halimah kembali sakit sesak hingga meninggal dunia dalam posisi tidur di penampungan setempat.

Ketika itu, Nur Halimah kesulitan bernafas karena memiliki riwayat sakit sesak nafas, terlebih setelah kelelahan melakukan perjalanan panjang di lautan hingga terdampar di Aceh.

Bahkan sejak pertama menginjak kaki di Kota Lhokseumawe, penyakit Nur Halimah mulai kambuh dan sering muntah serta kesulitan bernafas.

Selain itu, Marzuki menyebut, saat ini masih ada dua warga Rohingya lain yang menderita sakit dan masih menjalani perawatan medis kesehatan di RSU Cut Mutia.

“Kondisi kesehatan warga Rohingya sangat buruk sejak pertama kali terdampar di Kota Lhokseumawe. Mereka semuanya kelelahan berat karena perjalanan panjang di lautan. Satu warga Rohingya meninggal dunia. Dua lainnya sedang dirawat di RSU Cut Mutia,” jelas Marzuki.***

Komentar

Loading...