Breaking News

Diduga Sebar Foto  Vulgar Manta Pacar, Seorang Pemuda Dijerat UU ITE

Diduga Sebar Foto  Vulgar Manta Pacar, Seorang Pemuda Dijerat UU ITE
Kld (24), seorang pemuda asal Kecamatan Tripa Makmue, Kabupaten Nagan Raya yang diduga menyebarkan foto mantan pacarnya (Foto: Aidil Firmansyah/MODUSACEH.CO)

Meulaboh | Apes benar nasib Kld (24), seorang pemuda asal Kecamatan Tripa Makmue, Kabupaten Nagan Raya. Dia terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum dari Polres Nagan Raya.

Maklum, Kld diduga sebagai pelaku penyebaran foto vulgar Msr (22), yang juga mantan pacarnya. Akibat perbuatan itu, pemuda yang bekerja serabutan ini doboyong ke Mapolres setempat, untuk mempertangungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, AKP Boby Putra Ramadhan menjelaskan. Kld mendapat foto vulgar Msr pada 17 Agustus 2017 lalu. Dan, sampai saat ini pelaku masih menyimpan foto tersebut.

"Pelaku meminta korban untuk mengirimkan foto vulgar kepada sebagai bukti tanda cintanya, dan korban mengirimkan. Namun, seiring berjalan waktu korban melanjutkan pendidikannya di salah satu universitas di Banda Aceh. Nah, sejak saat itu hubungan mereka semakin merenggang," kata Boby, Sabtu (16/2/2019).

Masih kata Boby, korban beberapa kali hendak mengakhiri hubungan dengan pelaku. Namun, ancaman untuk menyebarkan foto vulgar  tersebut menjadi hambatan bagi Msr sehingga terpaksa bertahan dengan status pacaran mereka.

Hasil pemeriksaan lanjut Kasat, Minggu, 3 Februari 2019, korban memaksakan diri untuk mengakhiri hubungan mereka meski terus diancam. Sehingga pada hari yang sama, pelaku yang tidak terima dengan keputusan korban, mempublikasikan foto vulgal mantan kekasihnya itu melalui media sosial yakni instagram dan facebook.

Kejadian tersebut membuat korban merasa malu. Nama dia dan keluarga ikut tercemar, kemudian ia melaporkan ke Polres Nagan Raya. "Foto tersebut kemudian tersebar ke teman-teman kuliah korban. Setiap korban ingin memutuskan hubungan dengan pelaku selalu di ancam akan menyebarkan foto tersebut, tetapi korban tetap pada pendiriannya yaitu mengakhiri hubungan dengan Kld," terangnya.

Dijelaskannya, Kld dibekuk polisi pada Kamis, (14/2/2019), tempat tinggalnya. Petugas juga mengamakan barang bukti berupa, smartphone milik pelaku dan screen capture (tangkapan layar) postingan foto vulgar korban.

Atas perbuatannya, Kld dijerat Undang-undang  Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Saat ini pihak kepolisian sedang mendalami perkara tersebut.***

Komentar

Loading...