Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Diduga Mesum di Ulee Lheu, Oknum PNS Ditetapkan Jadi Tersangka

Diduga Mesum di Ulee Lheu, Oknum PNS Ditetapkan Jadi Tersangka
Ilustrasi/foto: wowkeren.com

Banda Aceh | Pelangaran syariat Islam kembali terjadi di Bumi Serambi Mekah.

Seorang oknum abdi negara atau PNS laki-laki berinisial AG (48) asal Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, terciduk petugas WH Kota Banda Aceh, Kamis (14/1/2021) lalu, sekitar pukul 15.00 WIB.

Diduga, dia sedang melakukan khalwat bersama AS (45) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), warga Kecamatan Suka Jaya, Sabang dalam mobil di kawasan Pelabuhan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.

Plt. Kasatpol PP WH Banda Aceh, Heru Triwijanarko melalui Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan, Zakwan saat dihubungi media ini membenarkan penangkapan AG dan AS.

Kata dia, keduanya sudah ditetapkan jadi tersangka. Menurut Heru, AG adalah oknum PNS namun bukan dari lingkup Pemeritah Aceh. "Dia dari PNS Pusat," katanya Selasa (19/1/2021).

"Sekarang keduanya sedang ditahanan di Satpol PP WH Provinsi Aceh, saat ini sedang melakukan pemberkasan perkara dan secepatnya dilimpahkan ke Kejaksaan," tambahnya.

Menurut Zakwan, Kamis lalu petugas Wilayatul Hisbah melakukan patroli rutin, sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan Pantai Ulee Lheu, Saat itu petugas curiga dengan satu unit mobil Avanza.

"Karena kondisi mobil agak gelap dan saat itu mobilnya hidup. Saat didekati petugas lapangan. Terlihat bapak dan ibu ini memang dalam keadaan gamang atau linglung serta salah tingkah seperti orang bersalah. Lalu disuruh turun dari mobil. Lalu diintrogarsi petugas di TKP dan dibawa ke kantor untuk penyelidikan," ungkap Zakwan.

Zakwan menjelaskan, saat pemeriksaan BAP kedua terbukti bercium-ciuman dan berpelukan bahkan lebih. "Semua buktinya sudah lengkap dan mereka ditetapkan melanggar qanun jinayat pasal 23 ayat (1) tentang khalwat JO pasal 25 ayat (1) tentang ihktilat, dengan ancaman 30 kali hukuman cambuk," tegasnya.

Saat ini kedua tersangka masih ditahan di Satpol PP WH Provinsi Aceh dengan masa tahanan 20 hari kedepan. Kalau memang diperlukan kita bisa minta tambah masa tahan ke tiga puluh hari lagi," sebut Zakwan.***

Komentar

Loading...