Dibalik Pemenang Paket Pekerjaan Persiapan Lahan MA Aceh Timur

Diduga Kemenag Aceh Menangkan Rekanan Bermasalah

Diduga Kemenag Aceh Menangkan Rekanan Bermasalah
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, melalui Portal LPSE.Kemenag.go.id telah mempublikasikan PT. Bina Yusta Az Zuhri, sebagai rekanan untuk mengerjakan paket penataan lahan pembangunan Madrasah Aliah (MA) unggul/MAN Insan Cendikia Aceh Timur, dengan nilai kontrak Rp 3,8 miliar lebih.

Namun, dalam menentukan pemenang paket ini. Kemenag Aceh diduga memenangkan rekanan yang tidak mempunyai Sertifikat Badan Usaha (SBU) untuk paket tersebut.

Seharusnya  sesuai persyaratan lelang, perusahaan yang memiliki Sertifikasi Badan Usaha (SBU) dengan sub klasifikasi SP003 (pekerjaan penyiapan dan pematangan tanah/lokasi) dan SP004 (pekerjaan tanah galian dan timbunan).

Namun, berdasarkan data yang dipublikasikan website lpjk.net PT. Bina Yusta Az Zuhri tidak memiliki Sertifikasi Badan Usaha (SBU) sub klasifikasi SP003 dan SP004. Itu artinya, kententuan pelelangan tidak dilaksanakan.

Nasruddin Bahar, Koordinator Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) meminta Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kemenag Aceh, membatalkan pelelangan tersebut. Sebab, cacat demi hukum.

“Kita sudah cek ke LPJK Aceh, PT. Bina Yusta Az Zuhri memang tidak memiliki SUB bidang ini. Anehnya, bagaimana bisa Pokja dan KPA menangkan rekanan ini. Sedangkan persyaratan tidak dipenuhi,“ ujarnya pada MODUSACEH.CO, Sabtu, (14/10/17).  

Katanya, jika satu rekanan tidak memiliki SUB bidang yang dilelang. Maka, harus dibatalkan kontraknya. Karena bertentangan dengan Pasal 19 ayat 1 Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang penyedia barang dan jasa. Karena pelaksanaan pengadaan barang/jasa wajib memenuhi ketentuan peraturan perundang undangan untuk menjalankan usaha bidang konstruksi.

Begitupun, menurut informasi yang dia dapatkan. PT. Bina Yusta Az Zuhri dalam mengikuti masih menggunakan SBU lama, yang diterbitkan LPJK.org dan masa berlakunya sampai dengan 31 Desember 2016. Padahal, sesuai dengan surat edaran Menteri Pekerjaan (PU), Nomor 63/SE/M/2015, tentang keabsahan SBU/SKA/SKTK. SBU lama yang dipakai  PT. Bina Yusta Az Zuhri telah ditarik untuk dibuat SBU baru.

“Yang menjadi tanda tanya besar adalah SBU asli yang dikeluarkan LPJK.org sudah diserahkan kepada LPJK Propinsi Aceh, ketika mengurus SBU yang diterbitkan LPJK.net, tanggal 19 Mei 2017. Bagaimana cara Pokja membuktikan keaslian SBU sedangkan SBU yang asli sudah menjadi arsip LPJK,“ jelasnya.

Itu sebabnya, dia mempertanyakan dasar KPA dan Pokja dalam memenangkan proyek ini.

“Saya tidak tahu, apa KPA dan Pokja tidak mengerti atau tidak tahu. Atau sengaja meloloskan proyek itu. Ini patut dipertanyakan," ungkapnya.

Sementara itu, Rusli, Kepala Humas Kanwil Depag Aceh mengatakan. Pihaknya memenangkan  PT. Bina Yusta Az Zuhri sudah sesuai prosedur pelelangan. “Perusahaan itu dimenangkan sesuai prosedur dan memenuhi seluruh persyaratan,“ jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp, pada media ini, Sabtu, (14/10/17).***

Komentar

Loading...