Diduga Jadi Calo PNS, Oknum Dosen Jabal Gafur Tipu 19 Korban

Diduga Jadi Calo PNS, Oknum Dosen Jabal Gafur Tipu 19 Korban
Anita, korban penipuan (Foto: Azhari Usman)

Banda Aceh | Seorang oknum Dosen di Universitas Jabar Gafur, Sigli, Kabupaten Pidie berinisial M diduga menjadi koordinator penipuan berkedok sebagai calon PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan Pemerintah Aceh. Korbannya, diperkirakan telah mencapai 19 orang.

Menurut salah satu korban, Anita Selpitri, dirinya bersama 18 kawan yang lain dari Sigli, dijanjikan lulus menjadi PNS dilingkungan Pemerintah Aceh. Namun, disyaratkan menyetor uang bervariasi mulai Rp. 100 juta hingga Rp. 250 juta. Sialnya, hingga kini pekerjaan yang dijanjikan itu tidak pernah direalisasi.

“Kalau yang berijazah SMA sederajat diminta uang sekitar Rp. 100 juta. Kalau seperti saya yang berijazah Deploma (D III) diminta uang sekitar Rp. 150, dan kalau tamatan S-1 diminta uang Rp. 250 juta,” ungkap Anita didampinggi abang kandungnya, Muliadi dan pamannya, Nazaruddin di Kantor YARA, Lamdingin, Banda Aceh, Senin (24/9/18).

Sepengetahuan Anita, pelaku yang juga Abang sepupunya itu tidak bekerja sendiri. Sebab, dirinya pernah dipertemukan dengan seorang pria di Banda Aceh sekira pertengahan 2017 lalu.

“KataAbang sepupu saya, pria itu orang hebat di Banda Aceh. Makanya, saya percaya saja, apalagi yang bawa adalah Abang sepupu saya,” ujarnya.

Cerita Anita, saat pertemuan berlangsung, dirinya dijanjikan menjadi PNS. Lalu, dirinya bersama dengan 18 korban lain pernah mengikuti tes Calon Pegawai  Negeri Sipil (CPNS).

”Sekarang saya baru sadar, yang buat tes CPNS itu adalah sindikat penipu itu, termasuk Abang sepupu saya,” uangkapnya.

Dirinya kenal baik dengan Abang sepupunya itu, apalagi tinggal bersebalahan Gampong (desa) di Sigli. Dia juga tahu bahwa Abang sepupunya itu, merupakan dosen tetap di Universitas Jabar Gafur Sigli.

Sementara itu, media ini telah melakukan konfirmasi dengan seorang staf di Universitas Jabar Gafur guna menanyakan stutus pria berinisial M.

”Benar hingga sekarang M masih menjadi pengajar di Universitas Jabar Gafur Sigli,” ungkap seorang staf tadi yang meminta namanya dirahasiakan.

Sebelumnya, wanita yatim asal Kabupaten Pidie, Anita Selpitri mengaku ditipu hingga Rp 130 juta, karena belum juga diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), seperti janji awal sebelumya.

Anita mengaku, sekira awal 2017 lalu, dirinya ditawari abang sepupunya berinisial M untuk menjadi PNS di lingkungan Pemerintah Aceh. Namun, abang sepupunya itu meminta syarat untuk menyerahkan uang Rp 150 juta.

"Karena kami masih keluarga, maka diminta uang Rp 130 juta. Saya juga percaya karena pelaku saudara dekat," sambung abang kandung Anita, Muliadi dalam konferensi pers di Kantor YARA, Lamdingin, Banda Aceh, Senin (24/9/18).

Kata Muliadi, setelah ditunggu beberapa bulan. Dia berinisiatif menanyakan kepada M, kanapa belum juga Anita diangkat sebagai PNS. "Dia (M) selalu berjanji nanti, namun sempai sekarang belum juga direalisasikan janji itu," ungkap Muliadi.

Muliadi mengakui, masih banyak korban yang senasib dengan Anita di Pidie. Bahkan ada korban yang sampai menjual kebun untuk memberikan uang pada pelaku. Sialnya, hingga kini belum juga diangkat menjadi PNS.

 Paman Anita, Nazaruddin mengaku, uang yang diserahkan pada pelaku miliknya. Dia juga memperlihatkan bukti transfer uang Rp 130 kita kepada pelaku, dengan tiga kali transfer. Transfer pertama Rp 50 juta dan transfer kedua juga Rp 50 juta serta transfer ketiga Rp 30 juta.

"Ini uang saya. Saya kasih pinjam, karena sayang Anita ini anak yatim. Dengan harapan, nanti setelah lulus dibayar dengan cara mengambil pinjaman bank. Dan, juga kita percaya saja karena pelaku juga masih kerabat dekat," ungkap Nazaruddin.

Selanjutnya, kata Nazaruddin, dirinya menyuruh Anita meminta kejelasan pada pelaku. Namun, pelaku memperlihatkan SK yang menerangkan Anita telah lulus CPNS lengkap dengan tantangan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dan Sekda Pemerintah Aceh, Dermawan.

"Jadi, pelaku sempat memperhatikan SK penugasan di RSUDZA Banda Aceh, namun  meski ada SK tidak juga diperkerjakan. Makanya, saya merasa waktu itu, pelaku telah memberikan SK bodong," duga Nazaruddin.

Sebelum mendatangi YARA, dirinya mengaku juga telah menemui pelaku. Namun, palaku masih juga mengelak dan berjanji secepatnya memperkerjakan Anita di RSUDZA Banda Aceh." Akhirnya, kami memutuskan melapor ke YARA sekarang," ungkap Nazaruddin.

Koordinator YARA, Safaruddin mengaku telah mempelajari kasus tersebut. Itu sebabnya, dalam waktu dekat akan melaporkan pelaku pada Mapolda Aceh dengan dugaan telah melakukan pemalsuan dokumen berharga dan penipuan.

"Setelah kita cek. Tandatangan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dan Sekda Pemerintah Aceh, Dermawan bukan seperti ini tandatangan asli. Maka, ini murni penipuan. Dan, kita berharap, korban - korban lain segera melapor, karena di Pidie saja ada 19 orang," harapnya.***

Komentar

Loading...