Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Diduga Hasil Hubungan Gelap, SM Tega Kuburkan Bayinya Hidup-Hidup

Diduga Hasil Hubungan Gelap, SM Tega Kuburkan Bayinya Hidup-Hidup
Kapolres Aceh Tengah AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK. Foto: antaranews.com
Penulis
Sumber
Kontributor Aceh Tengah

Takengon | Jajaran Polres Aceh Tengah akhirnya berhasil mengungkap motif penguburan bayi hidup-hidup yang dilakukan SM (35), warga Kampung Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

Diduga hasil hubungan gelap. "Anak yang dilahirkan itu merupakan hasil hubungan gelap tersangka dengan seorang laki-laki berinisial SP," ungkap AKBP Sandy Sinurat di Mapolres setempat, Rabu lalu.

Kontributor MODUSACEH.CO di Aceh Tengah mengutip keterangan Kapolres Aceh Tengah AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK. Katanya, SM (35) tega melakukan perbuatan itu, karena dipicu rasa takut telah melahirkan seorang bayi tanpa ayah yang sah dan tak ingin hal itu diketahui oleh orang maupun keluarganya sendiri.

Sandy Sinurat menuturkan bahwa SP juga masih berstatus suami dari perempuan lain. Sedangkan suami sah dari SM kata dia, saat ini sedang menjalani hukuman penjara di Rutan Kabupaten Aceh Tenggara karena terjerat kasus Narkoba.

"Pasangan gelapnya SP nanti juga akan kita panggil dan kita mintai keterangan, apakah ada keterlibatannya dalam kasus ini," tutur Sandy Sinurat.

Sandy menyampaikan, kasus ini awalnya diungkap warga kampung setempat. Sebab, bayi laki-laki berusia 5 jam ini kata dia, masih hidup saat baru digali dari dalam tanah oleh warga, sebelum dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Datu Beru Takengon.

Akibatnya, SM ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 341 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun serta dijerat UU perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara lima tahun. "Kami akan melakukan penyelidikan lebih jauh kasus ini," kata AKBP Sandy Sinurat.

Sebelumnya diwartakan, bayi baru lahir ditemukan warga dikuburkan hidup-hidup. Diduga pelakunya ibu kandungnya sendiri. Peristiwa itu terjadi, Senin (31/9/2020).

“Itu bukan kasus aborsi, tapi pembunuhan bayi," kata  Kapolres Aceh Tengah AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK melalui Kasatreskrim Iptu Agus Riwayanto Diputra SIK MH di Takengon, Selasa lalu di Takengon.***

Komentar

Loading...