Proyek Dinas PUPR Kota Lhokseumawe

Diduga, Pembangunan Saluran dan Sumur Bor Bermasalah

Diduga, Pembangunan Saluran dan Sumur Bor Bermasalah
Pembangunan tutup saluran dan normalisasi saluran senilai Rp 142 juta lebih di Simpang Empat, Jalan Pang Lateh, Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe, yang diduga bermasalah (Foto: Ist)
Rubrik

Lhokseumawe | Kabar tak sedap kembali menerpa Dinas PUPR Kota Lhokseumawe. Kali ini terkait dugaan enam paket proyek bermasalah tahun anggaran 2019, yang mulai menjadi buah bibir dan sorotan masyarakat di sana.

Misal, paket pembangunan saluran dan sumur bor yang tak mengeluarkan air. Akibatnya, muncul dugaan adanya praktik pat gulipat dengan mengorbankan kepentingan umum.

Nah, bila sebelumnya, ada belasan paket proyek PL penimbunan di Bidang Pengembangan Wilayah yang diduga sarat mark up dan kurang volume.

20191129-saluran2

Saluran di sebelahnya, di Simpang Empat, Jalan Pang Lateh, Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe yang tersumbat (Foto:Ist)

Kali ini, hembusan informasi sejumlah proyek di Bidang Sumber Daya Alam, Dinas PUPR Lhokseumawe tahun anggaran 2019 yang juga sarat kecurangan dan tidak sesuai harapan.

Informasi yang dihimpun media ini dari sejumlah sumber di sana mengungkapkan. Ada enam paket proyek 2019 yang bermasalah dan telah dilaporkan kepada penyidik Polres serta Kajari Kota Lhokseumawe.

20191129-saluran1

Foto: Ist

Begitupun, tak jelas apakah kedua lembaga penegak hukum tersebut meresponnya. Sebab, selama ini, patut diduga sejumlah laporan dugaan penyimpangan justeru beku bagai es.

Itu sebabnya, agar asumsi publik tak liar, ada baiknya penegak hukum tadi turun tangan dan menelusuri informasi tersebut, sehingga tidak menimbulkan fitnah dalam masyarakat.

Lantas, apa saja enam paket proyek yang diduga bermasalah tadi? Pertama, pembangunan penutup saluran Jalan Rel Kereta Api Komplek BTN Lama Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, senilai Rp189.877.000.-

Kedua, pembangunan tutup saluran Dusun Kuta Trieng Desa Simpang 4, Kecamatan Banda Sakti (Rp 189.877.000). Ketiga, pembngunan sumur bor dan tower Desa Ujong Blang, Dusun Kuala Mamplam, Kecamatan Banda Sakti (Rp 95.665.000).

“Faktanya, sumur bor tersebut diduga sama sekali tidak dapat mengeluarkan air.  Masyarakat kecewa. Apalagi paket proyek sudah dibayar,” ungkap sumber media ini, Jumat siang.

20191129-dedi-irfansyah

Dedi Irfansyah, Kadis PUPR Kota Lhokseumawe (Foto: portalsatu)

Ada lagi, pekerjaan rehap  saluran Desa Kumbang Punteut, Kecamatan Blang Mangat (Rp 142.407.000). Pembuatan saluran dan normalisasi Jalan Pang Lateh, Desa Simpang Empat Kecamatan Banda Sakti (Rp142.407.000). “Diduga, volume pekerjaan kurang dan tidak sesuai,” ujar sumber tersebut.

Terakhir, normalisasi saluran Dusun Arongan, Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu (Rp129 juta) juga diduga RAP dan pekerjaannya kurang volume.

Benarkah? Kepala PUPR Kota Lhokseumawe Dedi Irfansyah dan stafnya Husni, belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi melalui telpon seluler, kedua telpon seluler mereka menjawab; sedang menolak semua panggilan. Waduh!***

Komentar

Loading...