Diduga Dipecat Tanpa Alasan, 22 Anggota Satpol PP/WH Pidie Mengadu ke Dewan

Diduga Dipecat Tanpa Alasan, 22 Anggota Satpol PP/WH Pidie Mengadu ke Dewan
Anggota Satpol PP-WH Pidie saat mengadu ke DPRK Pidie, Senin (24/2/2020).

Sigli | Setelah dipecat tanpa alasan yang jelas, 22 anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wialayatul Hisbah (Sat Pol PP-WH) Pidie, mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Senin (24/2/2020).

Pantaun MODUSACEH.CO, kedatangan anggota Sat Pol PP/WH diterima langsung Komisi I Bidang Pemerintahan dan langsung melakukan pertemuan serta mendengar aspirasi dari mereka.

Salah satu perwakilan Satpol PP/WH, Tgk. Amri, dihadapan Komisi I DPRK Pidie mengatakan, pemutusan kontrak kerja secara sepihak terhadap 22 anggota Satpol PP dan WH Pidie dinilai sarat kepentingan, dan tidak dapat diterima begitu saja tanpa alsaan yang jelas.

Bahkan soal disiplin tidak ada masalah. Namun kemudian, pihak Satpol PP/WH Pidie justru merekrut anggota baru sebanyak 50 orang tanpa adanya pengumuman secara resmi ke publik, setelah memberhentikan 22 personil lama.

“Mereka sudah semena-mena, seharusnya ke 22 anggota Sat Pol PP-WH Pidie yang diberhentikan cukup alasan dan dapat diterima, karena diantaranya ada yang sudah mengabdi selama belasan tahun, dan sangat loyal kepada profesinya,” katanya.

Menurut Tgk. Amri, jika instansi Satpol PP/WH menerima anggota baru, sepatutnya ada pengumuman rekrutmen dan tidak dilakukan secara tertutup tanpa diketahui publik, sehingga memunculkan persepsi negatif di kalangan masyarakat. 

“Kami dulu saat direkrut untuk menjadi anggota Satpol PP/WH, melalui mekanisme tes dan tidak sembarangan. Sekarang malah dilakukan secara tertutup tanpa diketahui publik. Inikan tidak benar, terlebih 22 anggota sebelumnya diberhentikan secara sepihak, tanpa ada pertimbangan soal kedinasan dan profesi,” paparnya.

Ketua Komisi I DPRK Pidie, Tgk Jailani H.M Yacob, menjelaskan, Komisi I akan mempelajari kembali persoalan ini, yang diduga diberhentikan secara sepihak olah satuannya. Sebab diantara mereka ada yang sudah mengabdi sejak tahun 2007 dan bahkan ada yang belasan tahun, sehingga perlu dipertimbangkan soal pemberhentian dari kedinasan. 

“Kami telah menerima semua aspirasi dari 22 anggota Satpol PP/WH yang diberhentikan secara sepihak dan akan segera menindaklanjutinya dengan memanggil segera Kepala Satpol PP/WH Pidie, yang rencananya dalam beberapa hari ini, paling lambat Kamis mendatang untuk mendengar alasan apa sehingga 22 anggota satuannya diberhentikan dan merekrut kembali 50 anggota baru tanpa ada pemberitahuan secara resmi,” ungkap Jailani HM Yacob.

Kasatpol PP-WH Pidie Iskabdar Abbas

Kepala Satpol PP/WH Kabupaten Pidie, Iskandar Abbas, kepada MODUSACEH.CO mengatakan, mereka bukan dipecat, tetapi sudah habis masa kontraknya. Karena dalam Surat Keputusan (SK) dijelaskan setiap setahun sekali berakhir kontraknya dan bisa diperpanjang bisa juga diputuskan kontraknya.

"Yang jelas mereka tidak disiplin dalam bekerja sehingga diputuskan kontraknya," jelas dia.

Menurut Iskandar, ada diantara mereka yang tidak disiplin, masuk kantor terlambat. Ada juga yang tidak masuk tanpa melapor, sehingga mereka dianggap telah melanggar kedisiplinan dan pihaknya berhak memutuskan kontrak.

Padahal mereka ad yang sudah berakhir kontraknya tahun 2018, namun dirinya mempertahankan agar mereka tetap bekerja. "Setelah saya lihat kinerja mereka, langsung tidak saya sambung lagi kontrak mereka," ujar Iskandar.

Terkait dengan perekrutan 50 lebih anggota Satpol PP/WH baru, Iskandar membenarkan sudah dilakukan pihaknya dan sudah sesuai prosedur, mengenai pesangon atau reward terhadap mereka, tidak diatur sama sekali. "Jadi, mereka sudah sewajarnya diberhentikan," tegas Iskandar.***

Komentar

Loading...