Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Diduga Berulang Kali Cabuli Anak di Bawah Umur, RM Ditahan Polresta Banda Aceh

Diduga Berulang Kali Cabuli Anak di Bawah Umur, RM Ditahan Polresta Banda Aceh
Foto Ist.

Banda Aceh | Kelakuan bejat RM (23) tak patut ditiru. Bayangkan, pria asal Kabupaten Bireuen dan kini menetap di rumah singgah, Kota Banda Aceh, Minggu, (31/1/2021) sekitar pukul 20.00 WIB, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap bocah asal Banda Aceh, Bunga (8) (nama samaran).

Kejadian ini diketahui atas laporan korban pada orang tuanya, sehingga orang tua meminta pertolongan warga setempat untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha, SIK mengatakan. Kejadian pelecehan seksual terhadap Bunga merupakan yang ketiga kali dilakukan RM setelah korban lainnya pada tahun 2004 dan 2020 silam.

“Dua korban lainnya pernah mendapat perlakuan bejat yang sama dari pelaku. Namun pelaku tidak mengetahui persis dan tidak ingat lagi siapa korban tersebut. Terakhir, terhadap Bunga. Kini RM, bermalam di sel tahanan Polresta Banda Aceh,” sebut Kasatreskrim AKP, Ryan.

Sementara itu, Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadiani, S.TrK menjelaskan. Kejadian bermula saat pelaku berada di luar rumah. Tiba-tiba melintas korban dengan menggunakan sepeda dan pelaku bertanya kepada korban di mana warung, korban pun menjawab jauh.

Konferensi Pers di Polresta Banda Aceh (Foto: Ist)

“Beberapa saat kemudian, pelaku RM memberikan uang kepada korban Rp10 ribu, dan mengajak korban menemani pelaku untuk mengambil handphone milik pelaku yang tertinggal dalam kamarnya.

Namun korban berhenti sejenak ketika tiba di pintu. Dengan bujuk rayu pelaku, korban masuk ke dalam kamar yang dihuni pelaku,” sebut Puti.

Sampai dalam kamar, nafsu bejat pelaku RM mulai memuncak dan merebahkan badannya di atas kasur dengan menghimpit korban. Selain itu, tangan korban dipegang pelaku dengan menggunakan tangan kiri, sehingga tangan kanannya leluasa untuk melakukan kejahatan.

“Tangan kiri pelaku memengang erat kedua belah tangan korban, sehingga korban tidak dapat melawan saat pelaku memasukkan jari tengah ke dalam alat vital korban. Korban mencoba berteriak namun tidak sanggup dan akhirnya korban menangis sekuat-kuatnya karena merasa sakit alat vitalnya (maaf) digerogoki pelaku selama dua menit,” ungkap Puti.

"Seketika itu korban beranjak keluar dari rumah dan meninggalkan rumah singgah tersebut. Besoknya, korban melaporkan kejadian yang menimpa dirinya kepada orang tuanya," tambah Kanit PPA.

“Dengan kesal orang tua korban bersama warga langsung menuju ke lokasi tempat tinggal RM dan menangkap RM, Selasa (2/2/2021) untuk diserahkan kepada pihak berwajib guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Termasuk barang bukti (BB) celana ponggol berwarna pink,” sebut Puti.

"Saat ini pelaku RM meringkuk di sel tahanan Polresta Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat Pasal 47 Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014, tentang Hukum Jinayat dengan ancaman hukum cambuk 90 kali atau denda 900 gram emas murni atau kurungan penjara selama 90 bulan," jelas Ipda Puti.***

Komentar

Loading...