Diduga Bawa Lari Tujuh Mobil Rental, Oknum Honorer Pemko Langsa Diciduk Polisi

Diduga Bawa Lari Tujuh Mobil Rental, Oknum Honorer Pemko Langsa Diciduk Polisi
IST
Penulis
Rubrik

Langsa | Peragai buruk yang diduga dilakukan EZ (35) dan RSM (33) tak patut untuk diteladani. Betapa tidak, dengan dalih ingin merental, tujuh mobil milik masyarakat Langsa diambil oleh mereka berdua, padahal tujuh mobil rental itu akan dibawa kabur.

Niat busuk itu akhirnya diketahui aparat kepolisian, karena itu, Tim Jatanras Sat Reskrim Polres Langsa akhirnya menciduk EZ di Langsa, Rabu, (07/06/17) sekira pukul 02.00 WIB.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Goenawan membenarkan penangkapan itu, sebut Goenawan pelaku penipuan berinisial EZ merupakan staf honorer Pemko Langsa, ditangkap atas laporan korban DM (pemilik mobil). Dimana ungkap Goenawan, EZ bersama RSM ingin menggelapkan mobil milik DM.

"Awalnya DM merental satu unit mobil jenis Avanza Type G tahun 2014 pada EZ dan RSM selama satu bulan, namun setelah satu bulan berjalan mobil korban tak kunjung dikembalikan dan uang rental juga tidak di bayarkan," jelas Goenawan pada MODUSACEH.CO, Rabu sore.

Atas laporan tersebut, kata Goenawan, Tim Jatanras Sat Reskrim Polres Langsa pun melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut, aparat kepolisian langsung mendatangi rumah EZ yg diduga menjadi pelaku penipuan dan penggelapan tersebut, dan saat pelaku diamankan dari rumahnya dan dilakukan pengembangan turut disita tujuh unit mobil dari tangan pelaku.

"Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui korban penipuan EZ dan RSM bertambah menjadi tujuh orang, yakni; BS, AR, AG, CY, BW, CY, sebenarnya ada satu lagi tersangka yang berinisial RSM, namun masih buron," ujar Goenawan.

Kini, sebut Goenawan tersangka EZ berikut Barang Bukti (BB) telah dibawa ke Polresta Langsa guna penyelidikan lebih lanjut.

"Memang dari pemeriksaan sementara, EZ mengakui bersama RSM ingin mengelapkan mobil itu, kita terus mengembangkan kasus ini, mungkin ada korban lain, untuk RSM yang masih buron akan terus kita kejar untuk ditangkap," tegas Goenawan.***

Komentar

Loading...