Heboh Pemberitaan Bimtek di Bireuen

Diduga Ada Oknum Wartawan Minta “Jatah” Lebih

Diduga Ada Oknum Wartawan Minta “Jatah” Lebih
Tarmizi Hamid (Abu Tata) Foto: Muhammad Saleh I MODUSACEH.CO
Rubrik

Bireuen I Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui dinas dan instansi terkait. Teryata tak lepas dari perhatian wartawan media pers cetak dan online (siber) di Kota Juang.

Menariknya, pemberitaan yang muncul justeru sangat variatif.  Ada yang kontra, tapi mayoritas sepakat dengan kegiatan tersebut. 

Itu terjadi, setelah beberapa tokoh masyarakat setempat menjelaskan secara rinci mengenai maksud dan tujuan dari Bimtek itu. 

Begitupun, salah seorang tokoh masyarakat Bireuen Tarmizi Hamid atau akrab disapa Abu Tata, justeru mengaku gerah dengan ulah salah seorang oknum wartawan media online (siber) lokal yang “meminta jatah lebih”.

“Sebenarnya saya ndak etis mengungkap masalah ini. Tapi, ulah oknum wartawan tersebut sudah sangat meresahkan di Bireuen. Tak usahlah saya sebut namanya, tapi media itu berkantor di Banda Aceh. Toh, semua rekan-rekan wartawan di Bireuen sudah tahu siapa dia,” ungkap Abu Tata kepada media ini, Rabu kemarin di Bireuen.

Abu Tata mengaku. Tak hanya kepala dinas, oknum wartawan tersebut juga tak segan-meminta sejumlah uang kepada Keuchik (kepala desa) serta kepala dinas. Termasuk pada panitia Bimtek.

“Dia tak segan memasang tarif Rp10 hingga Rp20 juta. Bahkan mengejar hingga ke Medan, tempat Bimtek dilaksanakan,” ungkap Abu Tata.

Yang membuat Abu Tata geram. Ulah si oknum wartawan tadi adalah, meski sudah menerima sejumlah uang, namun tetap menulis berita miring terhadap pelaksanaan Bimtek. 

“Itu tak soal dan hak wartawan jika memang ada data yang pantas untuk ditulis. Tapi ironisnya, dia justeru tak segan meminta jatah lebih dari wartawan lain,” ungkap Abu Tata.

Berawal dari unggahan seorang warga bernama Yusri Bireuen dilaman media sosial facebook. 

Yusri menulis; Insyaallah, mandum oknum awak media kaleh pajoh peng Bimtek di Bireun, #Bek pura2 bagai dan sok suci #awak glee (Insyaallah, semua oknum awak media sudah makan uang Bimtek di Bireuen, jangan pura-pura lupa dan sok suci), tutup Yusri.

Merasa menarik, media ini pun menelusurinya. Hasilnya, saat melintas dari Kota Lhokseumawe menuju Banda Aceh. Media ini bertemu dengan Abu Tata dan dia bersedia mengungkap praktik culas  oknum wartawan yang tergabung pada salah satu organisasi wartawan  ini.

“Saya hanya bisa berharap, janganlah “munafik”. Sepandai-pandai tupai meloncat, sesekali pasti akan jatuh juga. Jangan sampai ada pihak yang teraniaya, lalu melakukan cara-cara yang tidak sehat,” saran Abu Tata.***

Komentar

Loading...