13 Anggota DPRA Berstatus ODP Covid-19

Diduga, Ada Delapan dari Partai Demokrat, Empat PPP dan Satu PKB

Diduga, Ada Delapan dari Partai Demokrat, Empat PPP dan Satu PKB
Pelantikan 81 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Periode 2019-2024 di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh, Senin, 30 September 2010 (Foto: rencongpost.com)
Rubrik

Sidang Paripurna Dibatalkan Hingga Waktu tak Terbatas

Banda Aceh | Beredar kabar, ada 13 anggota DPR Aceh, yang kini masuk dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP) kasus virus Corona atau Covid-19. Itu terjadi, karena mereka melakukan kegiatan atau perjalanan dinas di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kepada media pers di Banda Aceh, Kamis malam kemarin, Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, membenarkannya jika ada 13 anggota DPR Aceh yang berstatus ODP.

Akibatnya, sidang paripurna yang sudah diagenda, Kamis (27/3/2020) terpaksan dibatalkan.

Padahal, berdasarkan surat Ketua DPRA, Nomor: 160/745, tanggal 24 Maret 2020, yang beredar luas di media sosial (medsos), sidang paripurna itu berisi sejumlah agenda penting.

Misal, penyerahan laporan hasil reses pimpinan dan anggota DPRA tahun 2019. Pemilihan alat kelengkapan dewan (AKD), DPRA dan pengumuman AKD, DPRA.

Selain itu, pengumuman pembentukan panitia khusus (Pansus) Gedung Oncology, pencairan kredit PT. Bank Aceh Syariah, pengadaan barang dan jasa APBA-P 2019 serta persetujuan pembatalan proyek multy years tahun anggaran 2020-2022.

Sejumlah anggota DPR Aceh kepada media ini membenarkan telah terjadi pembatalan sidang paripurna tersebut. Alasannya, karena ada 13 anggota DPR Aceh yang masuk dalam ODP virus Corona (Covid-19).

Lantas, dari partai politik mana saja? Sumber MODUSACEH.CO di DPR Aceh menyebut. Dari total 13 nama tadi, ada 8 dari Partai Demokrat, 4 dari PPP dan satu dari PKB.***

Komentar

Loading...