Diberhentikan dari Ketua MAA dan Mengadu ke DPRK Aceh Barat

Tjut Agam: Jelek-Jelek Saya Ini Purnawiran Kolonel TNI-AD!

Tjut Agam: Jelek-Jelek Saya Ini Purnawiran Kolonel TNI-AD!
Tjut Agam (kiri) menyerahkan berkas terkait pemberhentiannya dari Ketua MAA Kabupaten Aceh Barat kepada Pimpinan DPRK Aceh Kamaruddin, di ruang Kom IV. Foto: MODUSACEH/Juli Saidi.
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Kolonel (Purn) Tjut Agam beberapa waktu lalu diberhentikan Bupati Kabupaten Aceh Ramli MS dari Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), menyusul adanya mosi tidak percaya.

Nah, tak terima dengan pemberhentian yang dinilai sepihak ini. Tjut Agam, Rabu kemarin mengadukan hal itu kepada Ketua DPRK setempat, H. Kamaruddin.

Usai menyerahkan berkas, pada media ini H. Tjut Agam mengaku tidak terima dia diberhentikan dari Ketua MAA Aceh Barat Periode 2017-2021, karena alasan mosi tidak percaya.

“Ada keputusan bupati memberhentikan saya dari Ketua MAA karena mosi tidak percaya," ungkap Tjut Agam.

Tjut Agam mengatakan, bila pemberhentikan dirinya karena dugaan korupsi, maka itu keliru sebab urusan keuangan dikelola Sekretaris MAA Aceh Barat yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Tidak ada duit di MAA. Yang dipegang Sekretaris MAA. Dia Pegawai Negeri Sipil dan kami hanya terima honor saja,” kata Tjut Agam.

Lanjut Tjut Agam, jika dirinya diberhentikan dari Ketua MAA Kabupaten Aceh Barat karena isu main perempuan, maka ia minta dibuktikan dengan perempuan mana itu dilakukan.

“Main perempuan mana dan dengan siapa. Jika karena alasan sakit, harusnya yang gantikan saya itu wakil ketua dan harus melalui Musdalub,” sebut Tjut Agam.

Bukan hanya itu, Tjut Agam juga heran yang diangkat sebagai Ketua MAA Aceh Barat mengantikan dirinya bukan dari wakil ketua. Tapi dari luar. “Saya dilahirkan dari Musda kenapa orang lain dilahirkan tidak melalui Musda dan tidak ada hubungan dengan MAA,” ungkap Tjut Agam.

Itu sebabnya, menurut Tjut Agam, jika tidak paham dalam urusan pergantian struktur pejabat di MAA, seharusnya Bupati Aceh Barat Ramli, MS memanggil dirinya. “Kalau tidak mengerti panggil saya," jelas mantan Ketua DPRK Aceh Barat itu.

Karenanya, Tjut Agam mengadu masalah yang menimpa dirinya kepada wakil rakyat di sana agar masalah pemberhentian terhadap dirinya bisa dipelajari dan ditintaklanjuti, apalah sudah sesuai prosedur atau tidak.

“Harapan saya DPRK bisa menyelesaikan masalah ini. Saya tidak masalah diberhentikan asal sesuai aturan, bukan dengan mosi tidak percaya. Jelek-jelek, saya ini purnawirawan Kolonel TNI-AD,” kata Tjut Agam.

Sebab, menurut Tjut Agam jika dirinya diberhentikannya dari Ketua MAA Aceh Barat dengan mosi tidak percaya, itu sama artinya dengan dipecat. “Istilah saya dipecat,” ujar Tjut Agam.***

Komentar

Loading...