Dibalik Rencana Aksi BOM Bekasi

Dian, Surat Wasiat dan ‘Pesta’ Yang Gagal

Dian, Surat Wasiat dan ‘Pesta’ Yang Gagal
detik.com

Penangkapan tersangka dan penemuan bom di Jalan Bintara Jaya VIII Kota Bekasi, Jawa Barat, membuka tabir adanya modus operandi baru bagi para teroris dalam menjalankan operasinya di Indonesia. Termasuk melibatkan perempuan sebagai ‘pengantin’.

Jakarta | Namannya begitu indah dan sejuk, Dian Yulia Novi (DYN). Tapi siapa sangka, dibalik nama tersebut, tersimpan niat ‘jihad’ yang membahayakan negara dan masyarakat. Betapa tidak, jika selama ini para jaringan teroris di Indonesia mengunakan jasa laki-laki sebagai ‘pengantin’ (pelaku bom bunuh diri), kini beralih ke jasa kaum perempuan. Hingga kini, yang baru terungkap hanya Dian Yulia Novi. Bisa jadi, ada beberapa perempuan, selain Dian yang sudah dipersiapkan oleh kelompok teroris di Indonesia.

Mirisnya, untuk aksi itu, Dian Yulia Novi hanya dibekali uang Rp 1 juta oleh Bahrun Naim, pimpinan kelompok Jamaah Anshorut Daulah Khilafah Nusantara (JADKN), untuk menyerang Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) RI di Istana Negara, Jakarta. "DYN ini menerima uang sebesar Rp 1 juta dari BN (Bahrun Naim) melalui tersangka MNS (Muhammad Nur Solihin)," ujar Kabag Mitra Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Awi Setiyono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (11/12/2016).

Awi mengatakan, uang tersebut ditransfer melalui rekening. Hanya saja Awi tidak memerinci uang tersebut ditransfer ke rekening siapa. "Uang tersebut untuk keperluan sehari-hari DYN," imbuh Awi. Sementara Awi belum bisa memastikan apakah kelompok ini juga ikut mendanai kelompok teroris yang menyusup di aksi 4 November lalu.  "Informasi yang kita dapatkan (soal uang) baru ke MNS dan DYN. Tapi besarannya belum signifikan, baru terungkap ke DYN sebanyak Rp 1 juta," lanjut Awi.

Bahrun Naim juga diketahui pernah mengirimkan sejumlah uang kepada tersangka Nur Solihin. "MNS ini menerima kiriman sebanyak 2 kali dari BN," tandasnya. Begitu mudahkan Dian Yulia Novi termakan doktrin yang mengerikan dari paham terorisme, sehingga dia berani menjadi pengantin bom bunuh diri menyerang negara sendiri? Inilah yang menjadi tanda tanya besar. "Mereka termotivasi, jadi judulnya Daulah Islamiyah," kata Kabag Mitraropenmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Awi Setiyono, dalam jumpa pers di Markas Besar Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (11/12/2016).

Daulah Islamiyah tak lain dan tak bukan adalah ISIS, kelompok teroris dari Suriah yang reputasi kejinya sudah tersiar ke seantero negeri. Doktrin yang digelontorkan mereka ke putra-putri Indonesia itu menyangkut keyakinan soal aksi 'amaliyah'. "Yaitu kalau kalian belum mampu ke Suriah, (maka hendaknya kalian) membuat amaliyah di negeri masing-masing semampunya. Itulah yang memotivasi mereka, dan ini hasil dari proses penyidikan tadi malam, pemeriksaan intensif terhadap pelaku," kata Awi.

Jadi, mereka didoktrin oleh ISIS agar berbuat kerusakan di Indonesia saja, tak perlu langsung berbuat di Suriah bila belum punya kesempatan. Ada sosok BN yang tak lain adalah Bahrun Naim sebagai otak di balik aksi ini. "Yang bersangkutan berkomunikasi intensif dengan BN," kata Awi.

 Menariknya, sebelum Dian Yulia Novi (DYN) menjalankan aksinya sebagai calon 'pengantin' bom bunuh diri. Mantan TKW ini mengirimkan surat wasiat yang ditujukan kepada orang tuanya. "DYN membuat surat wasiat untuk orang tuanya namun belum sampAi ke orang tuanya karena keburu diamankan oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri," ujar Kabag Mitra Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Awi Setiyono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (11/12/2016).

Wasiat tersebutkan dipaketkan dalam kardus bersama sejumlah pakaian miliknya, ke kantor pos di kawasan Bekasi. "Isinya intinya berpamitan kepada orang tuanya untuk melakukan amaliyah," imbuh Awi. Selain berperan sebagai calon pengantin, Dian juga aktif berkomunikasi dengan Bahrun Naim, pimpinan Jamaah Ansharut Daulah Khilafah Nusantara (JADKN). Kabag Mitra Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Awi Setiyono membenarkan isi surat tersebut.***

Komentar

Loading...