Dari 2016 Hingga 2019

Di Nagan Raya, Ayah Tiri Tega Perkosa Anaknya

Di Nagan Raya, Ayah Tiri Tega Perkosa Anaknya
G, pelaku pemerkosaan (Foto: Aidil Firmansyah/MODUSACEH.CO)

Meulaboh | Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Nagan Raya, membekuk seorang pria yang berprofesi sebagai nelayan. Inisialnya G (45). Dia warga Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya. Diduga, G telah melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap anak tirinya sebut saja Bunga (16) yang masih dibawah umur.

Ulah G terhadap anak tirinya itu bukan hanya satu kali dilakukan, bahkan sejak Bunga berumur 13 tahun. Bayangkan, perbuatan terkutuk itu dilakukan G, juga didahului dengan kekerasan untuk melayani nafsu bejatnya ini.

Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Boby Putra Ramadhan mengatakan. Perbuatan G diketahui usai korban yang sudah tidak tahan dengan menerima perlakuan ayah tirinya itu, mengadu ke ayah kandungnya yang tinggal tidak jauh dari desa mereka.

“Pelaku dibekuk, 10 Februari 2019. Nah, hasil pemeriksaan pelaku mengakui perbuatannya terhadap Bunga, bukan satu kali saja, namun sejak anak tirinya itu berumur 13 tahun. Karena tidak tahan, Bunga mengadu kepada ayah kandungnya dan membuat laporan polisi, kemudian kita mengambil tindakan segera,” kata Kasat, Kamis (14/2/2019).

Selama ini, Bunga tinggal bersama Ibu dan Ayah tirinya serta dua adik dan neneknya sejak kedua orang tuanya resmi bercerai. Korban mengakui bahwa perbuatan bejat G terhadap dirinya bermula pada bulan Juli tahun 2016 hingga tahun 2019.

Namun kata Kasat, tersangka tidak mau mengungkapkan berapa kali ia disetubuhi ayah tirinya itu karena alasan lupa. Untuk melancarkan aksi ini,  G mengunakan ruang tamu, dapur dan kamar korban. Bahkan diperkirakan, akibatnya perbuatan G, Bunga terpaksa harus putus sekolah dan mengalami trauma berat.

“Motif G menyetubuhi korban karena alasan sudah pernah berhubungan intim dengan laki laki lain, sehingga dimanfaatkan G untuk memuaskan nafsunya. Dia merayu Bunga. Bahkan mengancam akan memukul korban jika menolak ajakannya,  sementara Bunga sendiri sudah tidak bersekolah lagi. ” jelasnya.

Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti berupa kain darung, celana dan baju dalam milik korban yang saat itu digunakannya atau ketika dipaksa berhubungan badan oleh G. Akibatnya perbuatannya tadi, G diancam Pasal 76E Jo, Pasal 76D, Undang-undang  Nomor 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.***

Komentar

Loading...