Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Di Gayo Lues Melahirkan dengan Dukun Beranak Masih Ramai

Di Gayo Lues Melahirkan dengan Dukun Beranak Masih Ramai
Ilustrasi dukun beranak. Foto: harianmerapi.com
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Badan Pusat Statistik (BPS)Aceh menyebutkan, melahirkan di dukun beranak di Kabupaten Gayo Lues mencapai 19,39 persen. 

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) M. Fahlevi Kirani menilai, masih tingginya masyarakat yang melahirkan di dukun beranak, mengindikasikan masih minimnya sosialisasi Dinas Kesehatan Aceh dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues. 

Politisi PNA ini melanjutkan, dari data buku BPS Aceh tahun 2020 itu, disinilah pentingnya peran pemerintah yaitu dinas terkait menyampaikan kepada masyarakat secara terstruktur dan masif, mengenai bahayanya melahirkan pada tenaga yang tidak bersertifikasi. 

Pemerintah Aceh menurut Fahlevi, harus benar-benar disampaikan pesan kepada masyarakat bahwa biaya melahirkan ditanggung negara, seperti Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). 

Mantan aktivis Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) juga mengamati, banyak masyarakat yang memanfaatkan dukun beranak karena efek ekonomi saat pandemi ini. 

"Ini terbukti soal sosialisasi dan mungkin juga ada kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat saat pandemi," ujar Fahlevi yang mengaku sedang di  Jakarta, melalui sambungan telepon, Rabu (31/3/2021). 

Tak hanya itu, Fahlevi juga mempertanyakan pada dinas terkait, apakah selama ini tenaga kesehatan tidak menyampaikan pesan pada masyarakat atau bidan-bidan yang ditugaskan, itu tidak tinggal di desa. 

"Ini menjadi catatan untuk dievaluasi," kata wakil rakyat itu. 

Evaluasi yang diharapkan Ketua Komisi IV DPRA yang membidangi kesehatan ini, tentu bukan hanya di Gayo Lues.

Sebab, berdasarkan data BPS Aceh menyebut, skala Aceh melahirkan pada dukun beranak/puraji tahun 2019 sebesar 0,1 persen, tahun 2020 meningkat menjadi 1,59 persen. 

Melahirkan pada perawat tahun 2019 sebesar 0,39 persen dan tahun 2020 0,75 persen. Kemudian melahirkan pada dokter umum tahun 2019 (0.93) persen tahun 2020 (1,98) persen. 

Lalu melahirkan pada dokter kandungan tahun 2019 (34,30) persen dan tahun 2020 (34,75) persen. Terakhir melahirkan pada lainnya tahun 2019 (1,59) persen dan tahun 2020 (0,18) persen. 

Tak hanya tingkat melahirkan di dukun beranak yang tinggi di Gayo Lues. Tingkat kesakitan juga paling tinggi di Gayo Lues yaitu mencapai 20,12 persen. 

Sedihnya lagi, persentase tingkat kesakitan di kabupaten yang kini dipimpin Muhammad Amru itu, diakui BPS Aceh dalam buku dimaksud, 20,12 persen itu melebih rata-rata Aceh. 

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif yang dikonfirmasi media ini, Rabu (31/3/2021) menjelaskan, masyarakat Gayo Lues masih mempercayai dukun. 

"Masyarakat di sana masih ada mempercayakan dukun sebagai penolong ibu melahirkan," kata Hanif. 

Soal dugaan minim sosialisasi, Hanif menegaskan sama dengan kabupaten lain di Aceh. "Sosialisasi sama dengan daerah lain," ujar Kadiskes Aceh.***

Komentar

Loading...