Di Bireuen Semen Langka, Sejumlah Kontraktor Mengeluh

Di Bireuen Semen Langka, Sejumlah Kontraktor Mengeluh
Zulfikar Mahaz
Penulis
Rubrik

Bireuen | Dalam sepekan ini keberadaan semen di Kabupaten Bireuën langka. Kalau pun ada, harganya relatif tinggi.

Ini akan berdampak kepada proyek yang sedang dikerjakan dan tak selesai tepat waktu.

Zulfikar Mahaz, seorang yang bergerak dalam dunia usaha kepada media ini, Kamis 10 Oktober 2019 mengatakan. Ada dua persoalan saat ini.

Pertama kelangkaan semen dan yang kedua harus ada peran pemerintah dalam menertibkan harga enceran semen.

"Harga normal semen dalam satu sak berkisar Rp 50-52 ribu. akibat langka maka harganya  Rp 58-60  ribu per sak," katanya.

Memang harga itu tidak terlalu besar, tapi pihaknya mengalami kerugian.

"Tapi ini masalah HET atau harga standar. Di sini perlu peran pemerintah untuk menertibkan harga," sebutnya.

Dia menduga kelangkaan itu bukan ulah distributor, tapi lebih kepada kapasitas produksi terpasang pabrik.

"Pabrik mungkin bisa memproduksi pada kapasitas permintaan normal akibat permintaan yang melambung mungkin pabrik tidak sanggup memenuhi," jelasnya.

Tambahnya, lantaran tak sanggup memproduksi, maka tak sanggup memenuhi permintaan pasar sehingga harganya melambung.***

Komentar

Loading...