Di Aceh, 14.000 Siswa SMK dan SMA Telah Dites Urine

Di Aceh, 14.000 Siswa SMK dan SMA Telah Dites Urine
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Sebanyak 14 ribu siswa-siswi, dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), seluruh Aceh telah dites urine oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh.

“Betul, hari ini sudah kita selesaikan semua tes urinenya,” kata Kasi Badan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Aceh, Dedi Andria pada MODUSACEH.CO, di Banda Aceh, Rabu, (15/11/2017).

Kata Dedi Andria, ia tidak bisa membeberkan hasil tes tersebut. Sebab, dalam Standard Operating Procedure (SOP) BNN, tidak boleh mempublikasikan hasil tes urine seseorang pada khalayak ramai, tanpa disetujui pihak yang melakukan tes urine tersebut. Namun, ia mengindikasikan jika siswa-siswi yang telah diambil urine belum ditemukan positif narkoba “Apa semua siswa-siswi negatif narkoba?” tanya media ini, lalu dijawab. “Ya, begitu-begitulah,” jawab Dedi Andria sambil tertawa lepas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. H. Laisani, M,Si mengatakan, Dinas Pendidikan Aceh telah mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2017, untuk melakukan tes urine bagi siswa-siswi tingkat SMK dan SMA diseluruh Aceh. Namun, terbatasnya anggaran yang tersedia, maka yang dilakukan tes urine di tahun 2017 hanya 14 ribu siswa-siswi saja. Selanjutnya, di tahun 2018, Dinas Pendidikan Aceh akan mengajukan kembali dana untuk kegiatan tersebut “Harapan kita, semua siswa-siswi tingkat SMK dan SMA harus dites urine,” harap Laisani melalui saluran telepon siang tadi.
 
Sebut Laisani, peredaran narkoba khusunya jenis sabu telah menyebar luas di Aceh. Apalagi, pada usia remaja, cepat terpengaruh dengan zat berbahaya tersebut. Itu sebabnya, ia memilih siswa-siswi tingkat SMK dan SMA yang dilakukan tes urine, “karena pada kalangan siswa-siswi cepat terpengaruh, kita tidak ingin siswa-siswi kita menjadi pecandu narkoba. Apa jadinya, remaja yang kita didik untuk menjadi penerus memimpin bangsa hancur akibat narkoba. Namun, orang tua di rumah juga harus menjaga anak-anaknya dari pergaulan bebas. Mari sama-sama menjaga anak-anak kita dari narkoba,” ajak Pak Lai, begitu ia disapa.***

 
 

Komentar

Loading...