Desak Tanggulangi Pengemis dan Orang Terlantar

Mahasiswa Demo Kantor Sosial Kota Lhokseumawe

Mahasiswa Demo Kantor Sosial Kota Lhokseumawe
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Eksekutif Wilayah Aceh Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (Eks-LMND) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Selasa (2/3).

Lhokseumawe | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Eksekutif Wilayah Aceh, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (Eks-LMND) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Selasa kemarin. Mereka mendesak dinas tersebut menanggani pengemis, kaum terlantar dan miskin. 

Aksi itu berlangsung sejak pukul 10.30 WIB dan dikawal ketat seratusan personel dari Polres Lhokseumawe untuk menjaga keamanan dan berjalannya aksi dengan damai.

Para mahasiswa meneriakan yel-yel yang mendesak pemerintah bertanggung jawab dalam menangani pengemis dan anak terlantar yang luput perhatian.

Kehadiran mahasiswa tadi, disambut Kepala Dinas Sosial, Ridwan Jalil yang siap menjawab segala pertanyaan mahasiswa secara persuasif.

Foto: Din Pasee

Koordinator Aksi, Muhammad Israr Ayuda mengatakan, aksi tersebut terkait masih banyaknya pengemis dan kaum terlantar yang belum mendapatkan haknya sebagai rakyat di Lhokseumawe.

“Sejatinya UUD 1945 sudah mengatur tentang hak kaum terlantar dan gelandangan dalam pasal 34 ayat 1 yang menyebutkan fakir miskin dan kaum terlantar dipelihara negara. Intinya mereka tanggungjawab negara dalam hal ini pemerintah,” katanya.

Disebutkan, beberapa bulan lalu pihaknya juga melakukan investigasi dengan cara mengadvokasi kaum terlantar dan gelandangan. Hasilnya, ditemukan masih banyak kaum yang tidak beruntung ini di Kota Lhokseumawe.

“Bahkan anak-anak berusia delapan hingga 14 tahun, yang seharusnya menempuh pendidikan di siang hari dan tidur lelap malam hari malah berkeliaran dan mengemis,” tuturnya.

Sehingga para mahasiswa meminta kepada Dinas Sosial Kota Lhokseumawe mengimplementasikan Peraturan Walikota nomor 11 tahun 2017, tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas fungsi dan tatacara Dinsos Kota Lhokseumawe.

“Kami desak Dinsos Lhokseumawe laksanakan penanggulangan bagi pengemis dan kaum terlantar di kota ini, juga menyediakan tempat bagi mereka,” ungkapnya.

Ada pun tuntutan lain yaitu, Dinsos Kota Lhokseumawe harus turun ke lapangan untuk mengumpulkan anak-anak terlantar dan pengemis, dan memberikan kesejahteraan sesuai aturan.

“Kami desak Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, mentransfaransikan anggaran bantuan sosial Covid-19 dari tahun 2019, hingga sekarang,” terangnya.***

Komentar

Loading...