Breaking News

Demo Mahasiswa UIN Ar-Raniry Diwarnai Tembakan, ini Kata Kapolresta Banda Aceh

Demo Mahasiswa UIN Ar-Raniry Diwarnai Tembakan, ini Kata Kapolresta Banda Aceh
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Saladin di tengah mahasiswa yang berunjukrasa (Photo: MODUSACEH.CO/Irwan Saputra)
Banda Aceh | Kapolresta Banda Aceh, Kombes Saladin turut hadir dalam membubarkan aksi unjuk rasa seratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (18/10/2016).

Selain menyampaikan orasinya di depan Gedung Ali Hasyimi, mahasiswa juga menuntut masuk ke acara Dies Natalis UIN Ar-Raniry ke -53 yang diselenggarakan di Aula Gedung Ali Hasyimi. Alasan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya kepada Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Farid Wajidi Ibrahim, terkait permasalahan kampus yang dinilai berjibun masalah.

Karena tak diijinkan, aksi saling dorong antara pihak kepolisian dengan mahasiswa tak terelakkan. Lalu tiga tembakan ke udara muncul dari salah seorang aparat kepolisian yang berada dalam mobil patroli dan pengawalan (Patwal) mewarnai aksi tersebut.  

Tak terima, mahasiswa mengusir aparat kepolisian untuk meninggalkan kampus, “Ini kampus, polisi dilarang masuk,” teriak Wakil Presiden UIN Ar-Raniry, Misran.

Tak lama kemudian Kapolresta Banda Aceh Kombes Saladin menjumpai mahasiswa yang mulai marah dengan tembakan tersebut. Kepada mahasiswa Saladin menjelaskan, tembakan udara tersebut sebagai peringatan terhadap keadaan yang mulai tak terkendalikan. “Tembakan itu sesuai dengan SOP Kepolisian untuk mengamankan keadaan,” ujar Saladin kepada mahasiswa.

Saladin menyarankan, jika mahasiswa ngotot ingin masuk untuk menjumpai rektor, dia meminta presiden bersama wakil presiden mahasiswa untuk masuk bersamanya ke dalam Gedung Ali Hasyimi, namun permintaan ini ditolak  mahasiswa, “hanjet pak,” teriak salah seorang mahasiswa. 

Meunyo meunan poh Saladin (Jika demikian pukul Saladin),” kata Saladin setengah teriak dengan raut wajah mulai emosi.

Saladin menjelaskan, dirinya berbicara atas kebaikan, selaku sesama orang Aceh. Dia mengaku malu jika terjadi kericuhan. Selaku Kapolresta Saladin mengaku memiliki kewenangan meskipun itu dalam pekarangan kampus, maka  dia menawarkan solusi, agar hanya presiden dan wakil presiden mahasiswa yang masuk bersama dirinya.

Berita terkait: Demo Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh Tuntut Rektor Mundur Jika Tak Mampu Tuntaskan Permasalahan Kampus

Karena, jika semua mahasiswa masuk menurutnya akan terjadi keributan  dan berujung kriminal. Jika sudah masuk ranah kriminal itu sudah  ranah polisi. “Saya ingatkan, saya juga pernah mahasiswa. Kalau kalian ada kasus untuk masuk PNS, menjadi polisi atau TNI ndak bisa lagi, makanya kami datang agar tidak terjadi kasus kriminal. Jangan pancing situasi, ini masih mending saya tidak kerahkan Brimob, anggota juga manusia yang bisa emosi, termasuk saya. Jadi saya harapkan tolong dijaga,” harap Saladin.

Berita terkait : Demo Mahasiswa UIN Ar-Raniry Ricuh, Tiga Peluru Meletus

Terkait polisi masuk kampus Saladin menjelaskan, polisi memang tidak boleh masuk kampus, tapi kalau ada kejadian boleh masuk. Begitupun tujuan kehadirannya pada aksi tersebut. Saladin mengatakan, anggotanya hadir ke acara tersebut sebelum terjadi kriminal. Kriminal itu macam-macam, baik merusak, memukul, mengeroyok.

“Jadi, tidak ada tujuan polisi untuk merugikan orang lain, saya datang karena ada permintaan, ada pesan yang masuk, tolong datang Pak kalau bapak tidak datang akan terjadi keributan, makanya saya datang,” kata Kapolres.***

Komentar

Loading...