Datangkan Kapal Persiar, Strategi Pemerintah Aceh Kembangkan Wisata Sabang

Datangkan Kapal Persiar, Strategi Pemerintah Aceh Kembangkan Wisata Sabang

Sabang | Pemerintah Aceh memiliki berbagai strategi untuk mempromosikan Aceh agar menarik minat para investor luar negeri.

Salah satunya, mengundang pengelola usaha wisata di kawasan ASEAN, khususnya yang memiliki jaringan dengan kapal-kapal pesiar untuk singgah di Sabang.

“Sabang adalah surga terpendam di ujung Sumatera. Potensi wisata bahari di Sabang boleh dikatakan sebagai salah satu aset wisata nasional yang sangat lengkap,” kata Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat membuka pertemuan IMT-GT Cruise Business Forum di Sabang, Rabu 16/10/2019.

Nova menyebutkan, lewat pertemuan forum bisnis kunjungan kapal pesiar itu, perlu dibahas langkah-langkah untuk mengundang kehadiran kapal pesiar.

Ia menjamin administrasi untuk persinggahan kapal pesiar akan dipermudah sehingga bebas dari birokrasi yang berbelit.

Nova mengatakan, sebagai bagian dari kerjasama IMT-GT, Sabang telah menjalin kerjasama dengan kawasan Phuket dan Langkawi.

Kerjasama yang disepakati tiga kawasan ini melahirkan sebuah program yang dinamakan Sabang, Phuket, Langkawi Approach atau disingkat “Saphula Approach”.

Melalui Saphula diharapkan tiga kawasan ini akan tampil sebagai pintu gerbang bagi wisata bahari ASEAN.

“Untuk mendukung langkah itu, kita membuka akses seluas-luasnya kepada para tamu untuk menjelajahi Sabang, termasuk jalur kapal pesiar (cruise) Saphula-Penang serta rute kapal yacht dalam Saphula,” kata Nova.

Saat ini, kata Plt Gubernur Aceh jumlah kapal pesiar yang singgah di Pulau Weh cukup lumayan. Tahun lalu, ada enam kapal pesiar sebelum melanjutkan perjalanan ke Maldives. “Ke depan kita berharap jumlah kapal pesiar yang datang bisa lebih meningkat lagi,” jelasnya.

Nova berharap lewat pertemuan IMT-GT, lahir rumusan dan langkah kongkrit untuk meningkatkan kunjungan kapal pesiar ke Sabang.

Dengan demikian sektor wisata Sabang akan semakin terkenal dan mampu menjadi salah satu pemacu bagi bangkitnya sektor parawisata di kawasan IMT-GT.

Kemajuan Sabang tentunya akan memberi dampak positif bagi kemajuan ekonomi Aceh.

“Ini juga sebagai bentuk komitmen memperkuat kawasan wisata di wilayah Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT),” ungkapnya.

Sabang memang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang ditetapkan pemerintah sebagai lokasi strategis pariwisata nasional.

Berbagai keindahan alam, terumbu karang yang indah, pantai nan putih, hutannya yang masih rimbun, dan berbagai panorama indah lainnya membuat Sabang dilirik wisatawan sebagai tempat berwisata.

Pemerintah Aceh menargetkan,  tahun 2019 kunjungan wisatawan ke Aceh mencapai 3 juta orang, diantaranya 1,3 juta wisatawan diharapkan singgah di kawasan Sabang.

Dari jumlah itu, targetnya 10 persen merupakan wisatawan asing. “Karena itu event-event wisata internasional perlu kita tingkatkan agar kawasan ini semakin memikat bagi pengunjung,” ujar Nova.***

Komentar

Loading...