Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Dibalik Peristiwa Dugaan Adu Jotos di Pendopo Bupati Aceh Barat

Darmansyah Mengaku Ada Skenario Rekayasa, Pengacara Tgk Janggot Membantah

Darmansyah Mengaku Ada Skenario Rekayasa, Pengacara Tgk Janggot Membantah
Tgk Janggot saat buat laporan di Polres Aceh Barat terkait peristiwa di Pendopo Bupati. Foto Ist.

Meulaboh | Zulkifli, SH, kuasa hukum Tgk. Zahidin atau akrab dipanggil Tgk. Janggot, membantah berbagai pengakuan Darmansyah dan Safrizal.

Rabu, 13 Januari 2021, Zulkifli mengatakan, Darmansyah alias Mancah berdasarkan keterangan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP), merupakan orang di luar pendopo.

“Artinya dia tidak ada saat kejadian. Dalam bahasa hukum, ia hanya orang yang mendengar keterangan dari orang lain,” tegas Zulkifli yang mengaku sedang di Lhokseumawe, Rabu kemarin.

Zulkifli juga membantah pengakuan Mancah, ada rekayasa dalam peristiwa dugaan pemukulan yang terjadi di pendopo Bupati Aceh Barat ini.

Bahkan, Zulkifli menegaskan. Terkait kejadian di pendopo, pihaknya ada bukti visum. Baik di wajah Tgk. Janggot maupun tempat lainnya.

“Bukti visum jelas, kalau mereka mengatakan tidak ada, tahu dari mana? Yang boleh ambil visum itu penyidik,” tegas Zulkifli, SH melalui sambungan telepon.

Itu sebabnya, Zulkifli mempertanyakan sosok Darmansyah itu siapa.

“Dokter kah dia yang menyatakan tidak ada visum? Inikan tidak jelas. Yang menyatakan ada atau tidak itu dokter,” ujarnya.

Diakui Zulkifli, tanggal 22 November lalu 2020, pihaknya menghadap ke Polda Aceh. Hasilnya sudah diperjelas. 

Bahkan sebut Zulkifli, bila rujukannya Pasal 351 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tidak perlu luka. “Cuma perlu perasaan kita tersakiti saja sudah bisa diproses hukum," jelas dia.

Itu  sebabnya,  terkait pengakuan Darmansyah bahwa Tgk. Zahidin tidak sakit, dia mempersilakan untuk bertanya pada Zulkifli, Mancah atau Tgk Janggot.

Menurut Zulkifli, Darmansyah saksi yang mendengar dari orang lain. “Yang tahu sakit itu Mancah atau Tgk. Dan yang tahu dipukul itu Tgk. atau Mancah,"  ungkap Zulkifli.

Karena jika disebut Tgk. Zahidin tidak sakit, Zulkifli mempersilakan untuk cek rekam medis dari Rumah Sakit Umum Nagan Raya.

Begitu pula terkait pengakuan saksi Safrizal. Zulkifli mengatakan. Jarak Safrizal dengan kejadian itu berapa jauh. Jika duduk depan Bupati, maka depan Bupati ada meja.

“Di depan meja jauh. Di video terlihat Safrizal lari. Artinya, kalau dia tidak lihat, ngak mungkin. Tetapi ngak apa-apa, itu hak dia,” katanya.

Karena itu sebut Zulkifli, logikanya yang membuat penganiayaan itu siapa?

“Ketika ribut ditonjok, orang lihat ngak? Kalau dia ngak lihat ngak apa-apa. Intinya Safrizal sudah di BAP duluan. Kemudian ada video dia berdamai dengan bupati, ada pernyataan dia berdamai dengan bupati. Ada apa ini?” tanya kuasa hukum Tgk. Janggot.

Lalu jelas Zulkifli, berdasarkan peraturan perundang-undangan saksi itu kewajiban bukan hak. Itu sebabnya, Zulkifli menekankan, atas nama hukum yang berkeadilan dan persamaan hak di mata hukum, terlapor wajib ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Aceh.

Penegas itu diakui Zulkifli ada sebab. “Paling sedikit Polda Aceh memiliki empat alat bukti yang cukup menurut kami,” ujar Zulkifli.

Alat bukti yang disebut Zulkifli adalah, saksi, bukti surat visum, hasil laboratorium forensik dan putusan Nomor 50 Pitsus 2020 Pengadilan Negeri Meulaboh. “Itu jelas keterangan saksi dan fakta persidangan,” kata Zulkifli.

Sebelumnya, Selasa (12/1/2021) Darmansyah mengaku dalam jumpa pers, Tgk. Janggot pura-pura sakit. Bahkan, saat buat laporan di Polres Aceh Barat, Tgk. Zahidin diakui Darmansyah sempat berdiri kemudian ditegur orang lain yang ikut bersama Tgk. Janggot saat membuat laporan di Polres Aceh Barat.

Bahkan akui Darmansyah, baik di rumah sakit umum Meulaboh dan rumah sakit di Nagan Raya, pada bagian wajah Tgk. Janggot tidak bisa divisum oleh dokter karena tidak ada bekas.

Penegasan itu sampaikan Darmansyah karena ia ikut bersama Tgk. Janggot sebagai sopir baik ke Pendopo Bupati Aceh Barat, ke Polres Aceh Barat, hingga ke rumah sakit di Nagan Raya.

Sementara itu, menurut Safrizal, atas permintaan Tgk. Janggot, dia sempat membacakan berita acara hutang piutang di pendopo Bupati Aceh Barat.

“Lalu terjadilah perdebatan terkait yang dipertanyakan Tgk Janggot, agak memaksa,” kisah Safrizal, Selasa (12/1/2021).

Lalu jelas Safrizal, ketika suara agak tinggi jatuh gelas. Ketika itu pula akui Safrizal ia membelakangi Bupati Ramli MS  karena mau keluar dan membalik ke arah lain.

“Saya disebut melihat itu tidak benar, fakta ril. Karena ketika itu saya berpaling,” tegas Safrizal membatah bahwa ia melihat Bupati Ramli MS memukul Tgk Janggot.

Alasan Safrizal tidak melihat Ramli MS memukul Tgk. Janggot, karena Safrizal lebih fokus ke arah lain atau melihat ada orang memegang kursi. “Saya tidak melihat bupati ada memukul,” sebut Safrizal.

Karena itu, Safrizal merubah pengakuan pertama dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di Polda Aceh. Perubahan pengakuan Safrizal itu, diakui karena setelah dua inggu dari laporan Tgk. Janggot terhadap Ramli MS ke Polda Aceh, Safrizal mendapat berita lain,. Alasannya ada dugaan hal yang tidak benar.***

Komentar

Loading...