Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Pelantikan MD KAHMI Banda Aceh

Dari Said Hasan Baabud Award 2018, Donor Darah Hingga Orasi Milad HMI Ke-71

Dari Said Hasan Baabud Award 2018, Donor Darah Hingga Orasi Milad HMI Ke-71
Presidium MW KAHMI Aceh Abdul Fatah menyerahkan pataka kepada Koordinator MD KAHMI Banda Aceh Muhammad Saleh/Azhari Usman /MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh l Mohd Abdul Fatah, Presidium Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam  (MW-KAHMI) Aceh, melantik lima presidium dan Pengurus Majelis Daerah (MD) KAHMI KAHMI Banda Aceh masa jabatan 2018- 2022, di Gedung Amel Convention Hall, Lamteh, Ulee Kareng, Senin malam, (5/2/18).

Lima MD-KAHMI Banda Aceh yang dilantik adalah, H. Muhammad Saleh (koordinator), Sabri Bahruddin, Mastur Yahya, Zulhaini Sartika, dan Deni Ardiansyah.

Selain itu juga diserahkan Said Hasan Baabud Award 2018, bagi 21 alumni HMI Banda Aceh dan dua tokoh dari luar HMI tapi dinilai berjasa kepada HMI yaitu almarhum HT Djohan, mantan Ketua DPR Aceh serta mantan Walikota Banda Aceh Mawardi Nurdin, yang dianggap telah turut serta memajukan HMI di Aceh. 

Koordinator MD-KAHMI Banda Aceh, H. Muhammad Saleh mengisahkan bahwa.  Suatu hari dia dipanggil Rektor Unsyiah Prof. Dayan Dawood. Ketika itu,  Almarhum Dayan Dawood memberi nasihat kepada diri yang saat itu Ketua Badko HMI Aceh. Dia mengatakan, hanya ada dua penyebab seekor sapi mati di kaki Gunung Seulawah,  Aceh Besar. Pertama, karena   sapi atau kerbau itu ditabrak truk. Kedua dimakan harimau. Kenapa? Karena dia keluar dari kelompok atau komunitasnya.

Artinya apa? Jangan sekali kali kamu meninggalkan komunitas, jangan sekali kali kamu meninggalkan kelompok, kalau tidak kamu akan digilas. "Itulah, pesan Pak Dayan Dawood yang hingga saat ini saya pegang teguh," tegas Saleh begitu ia disapa.

Kata Saleh, diusia HMI yang telah mencapai 71 tahun lebih, bukanlah waktu yang singkat. Sementara sejak di deklarasikan di Aceh, pada 2 Februari 1960, HMI Aceh telah banyak melahirkan tokoh sukses, mulai politisi, birokrat, akademisi hingga profesional.

"Atas dedikasi dan perjuangan yang tulus dari para pendahulu, malam ini kami memberikan Anugerah Said Hasan Baabud Award 2018 bagi 23 penerima. Sebentar ada 500 nama yang masuk. Tapi, kami saring dan memutuskan  untuk tahun 2018 memberikan pada 23 nama tersebut," ungkap pemilik kelompok media Tabloid MODUSACEH, dan MODUSACEH.CO, serta Majalah INSPIRATOR ini.

Sementara itu, Mohd Abdul Fatah mengatakan. Perkembangan HMI hari ini, jauh menurun dari beberapa dekade lalu. Banyak mahasiswa sekarang tidak suka masuk HMI. Salah satu faktor karena, HMI tidak pernah merubah cara pikir dan masih memgunakan pola- pola lama. 

"Kalau mahasiswa dan mahasiswi HMI tidak memiliki prestasi, bagaimana menarik mahasiswa lain. Kita kalah dengan organisasi kampus lainnya. Dulu 99 persen semua pejabat publik di isi kader HMI. Sekarang, ketua partai saja tidak ada HMI. Bupati di Aceh tidak ada anak HMl. DPR Aceh dari 81 hanya 8 orang kader HMI," ungkapnya.

Itu sebabnya, Ketua Komisi V DPR Aceh ini mengajak, seluruh anggota HMI untuk merubah cara-cara mendidik kader HMI dengan cara yang bisa diterima saat ini.

"Mari bekerjasama. Kita kuatkan HMI. Mudah mudahan ke depan semua pejabat publik diisi 50 persen kader HMI." Harap politisi PAN ini mengakhiri sambutannya.

Selanjutnya, Fauzan Said Hasan Baabud, yang merupakan putra kedua pendiri HMI di Aceh Said Hasan Baabud, mengucapkan terimakasih telah memilih nama ayahnya untuk disematkan pada pemberian penghargaan  bagi sejumlah senior HMI di Aceh.

"Saya masih ingat bagaimana ayah (Waled) mengeluh pada saya. Kata beliau, bagaimana saya membantu anak-anak HMI lagi, sedangkan saya sudah pensiun," kata Said Fauzan meniru ucapan Alm ayahnya.

Selanjutnya, kata Fauzan Said Hasan Baabud. Ayahnya berpesan untuk terus memperbanyak jaringan, supaya mudah menjalin komunikasi dengan siapapun  "Saya tidak mengerti sumpah apa yang ditanam di HMI,  sehingga kadernya jadi militan seperti itu.  Namun 4 anak beliau, tak satu pun masuk HMI. Tapi, walau demikian dalam tubuh saya tetap mengalir darah HMI," tegasnya.

Sebagai penutup. Orasi Milad HMI Ke-71 disampaikan Zulfan Lindan, alumni HMI yang juga anggota DPR RI asal Aceh. Dia mengatakan. Masyarakat Aceh sekarang telah kehilang an nilai religius. Agama tidak lagi menjadi rujukan dalam menjalankan kehidupan dan bermasyarakat.

Walau dia mengakui, banyak masjid dibangun di Aceh, banyak perkumpulan pengajian tumbuh di Aceh. Tapi, nilai spritual keagamaan tidak terpenuhi. "Kita lihat sekarang, banyak sekali anak-anak muda Aceh hanya menghabiskan waktu di warung kopi. Inilah yang saya lihat bahwa nilai kedekatan dengan Allah mulai hilang. Maka, sebanyak apapun organisasi yang kita bangun, tidak akan  mendapatkan pertolongan Allah, SWT," kata Zulfan Lindan.

Selain itu, kekuatan ekonomi di Aceh juga telah hilang. Padahal, dulu orang Aceh turut andil dalam pembelian pesawat Seulawah Agam dan Dara, cikal bakal maskapai Garuda Indonesia  "Dulu kita mempunyai daya tawar tinggi, bagaimana Soekarno datang kemari meminta kita bergabung dengan Indonesia, kekuatan budaya juga hilang, bagaimana orang muda tidak lagi menghormati orang tua," ulas anggota DPR RI dari Partai NasDem ini.

Itu sebabnya, dia mengajak seluruh bangsa Aceh, untuk bangkit dari keterpurukan, melangkah bersama untuk memajukan Aceh lebih baik. "Bahkan kita dengar sesama kader HMI  saling menjelekkan,  ketika mencalonkan diri menjadi anggota DPRD, bahkan satu partai juga saling menjelekkan. Ini tidak boleh lagi terjadi, mari kita bangun Aceh yang bermartabat, mensejahterakan rakyat Aceh untuk lebih baik, "harap Zulfan Lindan.

Hadir dalam acara itu, Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin, sesepuh dan sejumlah senior HMI. Wakil Ketua DPR Aceh T. Irwan Djohan, dan sejumlah anggota DPR Aceh. Sejumlah anggota DPRK Banda Aceh, dan Forkopimda Banda Aceh, serta ratusan alumni Kahmi dan kader HMI Banda Aceh.

Sebelumnya, acara tersebut juga diadakan seminar, dengan dihadiri tiga pemeteri, nyakni Andi Sinulingga,  Haizir Sulaiman, dan Kamaruzzaman, dan turut diadakan donor darah, dengan mengumpulkan 20 kantong darah yang akan disumbangkan pada PMI Cabang Banda  Aceh.***

Komentar

Loading...