Dari Ratusan Permohonan, Hanya 10 Unit Rumah Dhuafa Dibangun di Aceh Barat

Dari Ratusan Permohonan, Hanya 10 Unit Rumah Dhuafa Dibangun di Aceh Barat
Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat (Permukim) Aceh Barat, Bukhari (Foto: Aidil Firmansyah)

Meulaboh | Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat (Permukim) Aceh Barat mulai mengerjakan pembangunan 10 unit rumah dhuafa melalui anggaran 2019.

Namun, dari 300 permohonan yang masuk kepada pihaknya dan tersebar di 5 Kecamatan, dengan pagu Rp 800 juta jenis tipe rumah 36. Hanya 10 unit yang dibangun.

Kepala Dinas Permukiman, Bukhari mengatakan. Untuk tahun 2019 pihaknya hanya mampu memenuhi 10 unit pembangunan rumah dhuafa dari permohonan yang masuk. Sementara sisanya akan dibangun pada tahun selanjutnya.

“Karena anggaran tahun 2019 hanya ada 10 unit, saat ini sedang berlangsung pembangunannya di lima kecamatan, satu rumah nilainya Rp 80 juta,” kata Bukhari, Rabu (9/10/2019).

Adapun lokasi pembangunannya meliputi Kecamatan Kaway XVI di Desa Putim dan Meunadah Ara, Kecamatan Panton Rheu Mugoe dan Meutulang. Kecamatan Woyla Barat Desa Cot Lagan dan Cot Rambong. Kecamatan Woyla, Desa Bakat. Kecamatan Woyla Timur, Desa Blang Dalam dan Kecamatan Sungai Mas di Desa Tuwi Saya dan Pungki.

Meski ada ratusan permohonan yang masuk dari calon penerima manfaat, tim verifikasi yang melibatkan Dinas Permukiman serta setiap keuchik gampong (Kepala Desa), hanya 10 KK saja yang lolos untuk dibangun.

Sebelumnya atau 2018, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tidak ada kegiatan pembangunan rumah dhuafa. Hanya saja melakukan rehab 98 unit rumah dengan nilai Rp 15 juta per unit yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat penerima manfaat.

“Nihil kalau tahun 2018, yang ada hanya rehab rumah kurang mampu sebanyak 98 unit nilainya Rp 15 juta per unit, itu penerima manfaat yang kelola sendiri untuk pelaksanaannya,” ujar Bukhari.

Dikatakannya, selain 10 unit ya g bersumber dari APBK Aceh Barat, ada 106 unit rumah dhuafa yang akan dibangun juga di daerah itu dari anggaran APBA, serta dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sebanyak 105 unit rumah rehab.

“Selain dari APBK kita juga ada dari APBA sebanyak 106 unit rumah dhuafa serta 105 unit rahab rumah dari DAK, sehingga kita harapkan adanya pembangunan itu dapat menciptakan rumah layak huni yang bisa membuat masyarakat lebih hidup bersih,” tutur Bukhari.***

Komentar

Loading...