Haji Karimun Usman

Dari Pergolakan Hingga Pembangunan Aceh

Dari Pergolakan Hingga Pembangunan Aceh
Foto: Ishak Mutiara
Rubrik

Haji Karimun Usman adalah sosok politisi senior Aceh. Karirnya dimulai sebagai staf Pabrik Gula di Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara dan berlanjut di Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta. Bakat dan karir politiknya terus melejit hingga menjadi anggota DPR RI Fraksi PDIP. Suara kritisnya ikut mewarnai Bumi Serambi Mekah, saat Aceh masih berkecamuk konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Indonesia. Diusia senja, dia ingin mengabdikan diri untuk tanah kelahirannya, Aceh.

MODUSACEH.CO | Setelah sempat mendung dan turun hujan serta angin kencang, Rabu pekan lalu. Udara panas menyengat mulai menerpa Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Entah itu sebabnya, hampir sebagian besar warga kota ini, menghabiskan waktu untuk rehat di warung-warung kopi, di berbagai sudut Ibukota Provinsi Aceh ini. Terutama usai melaksanakan tugas rutin.

Salah satunya, Haji Karimun Usman, Ketua Umum DPD PDIP Aceh. “Saatnya kita bersama-sama, memikirkan kemajuan pembangunan dan kesejahteraan rakyat Aceh. Tanpa memikirkan latar belakang partai politik, suku, agama dan ras,” kata Bang Karimun, begitu dia disapa, membuka pembicaraan.

Seperti hari-hari berlalu. Politisi senior ini memang kerap bertemu dengan sejumlah kolega di warung kopi. Mulai dari aktivis mahasiswa, pengusaha, jurnalis hingga sesama politisi. Baginya, interaksi dan komunikasi merupakan hal penting bagi seorang politisi.

“Ya, selain saling menukar informasi, juga mendengarkan serta berdiskusi tentang banyak hal,” ucapnya pada media ini.

20180803-karimun-usman-bersama-presiden-joko-widodo

Sosok Haji Karimun Usman memang tak asing bagi aktivis di Aceh, terutama 1998 serta partai politik, baik lokal maupun nasional. Perannya juga sangat signifikan dalam setiap kontestasi Pilkada di Aceh.

Misal, pada 2012 lalu, Bang Karimun mendukung pasangan dr. Zaini Abdullah-Muzakir Manaf. Hasilnya, pasangan ini meraih kemenangan. Pada Pilkada 2017, dia mendukung pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah. Lagi-lagi, dewi fortuna menyertai pasangan ini.

“Semua itu demi Aceh, walau PDIP tak memiliki kursi yang cukup untuk mengusung calon, tapi kami terus mendukung. Itulah pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri (Mbak Mega),” katanya.

Itu sebabnya, Bang Karimun merupakan sosok politisi PDIP senior yang dipercaya Mbak Mega serta suaminya (alm) Taufik Kiemas. Itu dibuktikan, dengan menembus pintu salah satu rumah di Jalan Teuku Umar, Jakarta (rumah Mbak Mega) untuk setiap tokoh Aceh yang ingin bertemu dengan putri Presiden RI Soekarno (Bung Karno) ini. Misal, Wali Nanggroe Malek Mahmud Al-Haytar, dr. Zaini Abdullah, Muzakir Manaf hingga Irwandi Yusuf serta tokoh sipil Aceh lainnya. “Saya hanya memfasilitasi,” katanya merendah.

Tak hanya itu, saat menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Bang Karimun aktif mengikuti dan membahas tentang Undang-Undang Pelabuhan Bebas abang bersama panitia khusus (Pansus) DPR RI. Termasuk menjadi anggota UU Nanggroe Aceh Darussalam.

20180803-karimun-usman-bersama-megawati-soekarno-putri

Tak kecuali, ikut aktif pada Pansus yang terkait konflik Aceh. “Saya ikut aktif memeriksa Jenderal Soetrisno, Syarwan Hamid Cs serta mantan Gubernur Aceh Prof. Dr. Ibrahim Hasan, saat Pansus Daerah Operasi Militer (DOM) Aceh,” kenang dia.

Sebagai anggota DPR RI, Bang Karimun juga aktif memperjuangkan waduk keliling Aceh di Indrapuri, Aceh Besar serta mengusulkan pembangunan bendungan karet di Lambaro, Banda Aceh, untuk menahan air asing serta bendungan karet di Bireuen.

Tak hanya itu, ketika jalan elak Soekarno-Hatta pada jalur kiri Lambaro macet serta tertunda hingga 2003, dia ikut memperjuangkannya di DPR RI serta kementerian terkait.

“Saya juga memperjuangkan dan memfasilitasi pembangunan pelabuhan kapal cepat di Ulue Lhue, Banda Aceh. Saat itu, Walikota Banda Aceh saudara Zulkarnen dan Kepala Bappeda Saudara Nasruddin Daud,” ujarnya.

Lantas, apa saja yang diperjuangkan Bang Karimun Usman? Berikut penjelasannya.

  • Mengusulkan dana Pelabuhan Sabang
  • Mengusulkan dana tambahan kepada Menteri PU untuk pembangunan bendungan Lhok Guci, Aceh Barat/Nagan Raya
  • Memperjuangkan dana pembangunan lapangan terbang Rembele, saat Bupati Aceh Tengah dijabat Mustafa Tami-2002
  • Memfasilitasi dana pembangunan Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri di Aceh Singkil 2004
  • Membantu dan memfasilitasi dana pembangunan Pelabuhan Ikan di IDI, Aceh Timur
  • Memfasilitasi dana pembangunan kembali jalan tembus dari Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Lokop hingga ke Peurelak, Aceh Timur (Jalan Ladia Galaska)
  • Mempercepat proses atau pembahasan tentang UU Pemerintah Aceh melalui Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri
  • Menjadi saksi di Mahkamah Konstitusi (MK), terkait penundaan Pilkada Aceh 2012
  • Menyampaikan data teknis kepada Presiden RI Joko Widodo, terkait pembangunan Waduk Kreung Kreto di Aceh Utara
  • Membantu memperjuangkan bana pembangunan jalan dua jalur di Idi, Aceh Timur.
  • Saat ini, sedang berjuang alokasi dana pembangunan Waduk Rukoh dan Tiro di Kabupaten Pidie.

Karimun lahir di Desa Mukim, Blangme, Kabupaten Aceh Besar, 12 Maret 1943 dari pasangan Nyak Usman dan Ny. Hajjah Maimunah. Empat tahun kemudian Karimun ditakdirkan menjadi yatim. Dari sinilah awal ia ditempa menjadi seorang anak yang gigih dan tangguh menghadang setiap badai kehidupan.

Masa kecil, Bang Karimun menyelesaikan Sekolah Rakyat (SR) ditengah suasana politik Aceh akibat pergolakan  DI/TII. Banyak sekolah musnah dibakar dan porak-poranda hingga anak-anak seusianya kehilangan rumah keduanya itu. “Saya belajar berpindah-pindah dari satu kolong rumah ke kolong rumah lainnya. Tapi itu tak menyurutkan semangat kami untuk belajar,” ujar Karimun, mengenang. Dia menyelesaikan pendidikan SR delapan tahun.

Inilah Profil H. Karimun Usman

  1. Tamat SR 1956
  2. Tamat STN 1961
  3. Tamat STM NEGERI 1964
  4. Lulus FAKULTAS TEKNIK SIPIL UNSYIAH 1967

KURSUS/DIKLAT

  1. NETWORK PLANNING DEPARTEMEN PU 1978
  2. PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA 1978
  3. MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM ROYAL INSTITUTE PUBLIC ADMINISTRATION, INTERNATIOAN SERVICE, LONDON 1989
  4. SEKOLAH PIMPINAN ADMINISTRASI TINGKAT LANJUTAN 1992
  5. PEMBEKALAN JURKAM PDI PERJUANGAN 1999

PRESTASI

  1. PIAGAM SAPTA KARYA 20 TAHUN MENTERI PU 1990
  2. PIAGAM PENGHARGAAN TELADAN DEPARTEMEN PU MENTERI PU 1992
  3. PIAGRAM TANDA PENGHORMATAN PRESIDEN RI SATYA LENCANA KARYA SAPTA 20 TAHUN 1993
  4. PIAGAM PENGHARGAAN ATAS KARYA, SERTA KESETIAAN SELAMA MASA PENGABDIAN SEBAGAI PNS DEPARTEMEN PU 1999
  5. IKUT KAMPANYE PNI BERSAMA GUNTUR SOEKARNOPUTRA DI SENAYAN 1971

RIWAYAT ORGANISASI

  1. ANGGOTA GMNI UNSYIAH 1964-1966
  2. KETUA PNI ANAK CABANG KHUSUS COT FIREK LHOKSUKON ACEH UTARA 1966-1968
  3. ANGGOTA KORPRI UNIT DEPARTEMEN PU, 1969-1999
  4. KETUA RW KELURAHAN TANJUNG DUREN, JAKBAR 1976-2001
  5. ANGGOTA PDI PERJUANGAN 1999-SEKARANG
  6. PENGURUS HKTI ACEH 2012-2017
  7. PENGURUS KADIN ACEH 2010-2015.***

Komentar

Loading...