Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Dari Juli Hingga Akhir September 2020

Kerja Tiga Pansus DPRA Masih Sebatas Minta Dokumen

Kerja Tiga Pansus DPRA Masih Sebatas Minta Dokumen
Surat Balasan Sekda Aceh

Akhir Juli 2020 lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah membentuk tiga Panitia Khusus (Pansus). Lantas bagaimana hasil kerja Pansus Bank Aceh Syariah, pengadaan barang dan jasa 2019 serta Proyek Oncology RSUZA Banda Aceh? 

MODUSACEH.CO I Anggota Tim Pansus Bank Aceh Hendri Yono melalui sambungan telpon, Rabu (30/9/2020) malam mengaku. Pansus tentang Bank Aceh Syariah baru tiga kali melakukan pertemuan.

Pertama, pertemuan internal Pansus. Kedua pertemuan dengan Direksi Bank Aceh dan ketiga masih dengan jajaran Bank Aceh, Selasa kemarin. “Baru tiga kali," kata Sekretaris Komisi III DPR Aceh itu.

Perkembangan serupa juga terjadi di Pansus Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Perubahan (APBA-P) tahun 2019. Anggota Tim Pansus Muchlis Zulkifli, Senin (28/9/2020) lalu mengaku sudah dua kali menyurati Pemerintah Aceh.

Surat pertama dilayangkan Wakil Ketua Safaruddin, tanggal 12 Agustus 2020 dan sudah dibalas pada tanggal 14 Agustus 2020. Namun dokumen yang diinginkan belum diberikan eksekutif.

Lalu, disusul surat kedua atas nama Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, tanggal 18 Agustus 2020, namun hingga kini belum ada balasan.

“Setelah dibalas, kita surati lagi dengan surat ketua. Tapi, sampai sekarang belum dibalas. Selanjutnya mau kita kirim surat tiga,” ujar Wakil Ketua II Komisi IV DPR Aceh itu.

Muchlis Zulkifli mengaku, kalaupun tidak diberikan dengan permintaan ketiga, Pansus pengadaan barang dan jasa, tetap melanjutkan kerja Pansus dengan melakukan pendataan. “Kalau tidak dikasih langsung melakukan pendataan,” kata Ketua Fraksi PAN DPR Aceh ini.

Setali tiga uang, Pansus proyek Onkologi juga bernasib sama, hingga kini Pemerintah Aceh belum membalas surat dewan terkait permintaan dokumen yang dibutuhkan Pansus.

“Belum dikasih dokumen apapun,” kata Ketua Pansus Onkologi M. Rizal Falevi Kirani, Senin (28/9).

Begitupun, Senin lalu, Tim Pansus Onkologi mengaku tetap melanjutkan pendalaman adanya dugaan tak elok terkait proyek di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh tersebut. “Kami panggil perusahaan yang kalah tender,” ungkap Falevi.

Setelah perusahaan kalah, selanjutnya Pansus akan meminta keterangan pada perusahaan yang memenangkan tender Onkologi tersebut. “Semua perusahaan kita panggil. Nanti setelah ini baru perusahaan yang menang pula,” ujar Falevi.

Anggota DPRA dari Fraksi Partai Nanggroe Aceh ini mengaku, jikapun Pemerintah Aceh tidak kooperatif memberikan dokumen yang diminta Pansus DPRA. Kerja pengawasan untuk mendalami dugaan tak elok pada proyek Onkologi tetap jalan. “Walau tidak dikasih dokumen tetap jalan terus,” tegas Falevi.

Sementara itu terkait permintaan dokumen Pansus pengadaan barang dan jasa, Sekretaris Daerah Provinsi Aceh dr. Taqwallah telah membalas surat Wakil Ketua DPRA Safaruddin.

Pada angka 2 surat Nomor: 180/12210. Sekda Aceh menjelaskan, pada tanggal 2 Oktober 2019, Mendagri telah menetapkan Kepmendagri No.903-5297 tahun 2020 tentang evaluasi rancangan Qanun Aceh, tentang perubahan APBA tahun anggaran 2019 dan rancangan Peraturan Gubernur Aceh tentang pejabaran Perubahan APBA tahun 2019. Katanya telah diuji kesesuainya dengan perubahan KUA dan PPAS.***

Komentar

Loading...