dr. Natalina Cs Laporkan dr. Arief ke Ombudsman Aceh

Dari Dugaan Korupsi Hingga Kekerasan Seksual Sesama Jenis

Dari Dugaan Korupsi Hingga Kekerasan Seksual Sesama Jenis
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dr. Taqwaddin | Foto Juli Saidi

Banda Aceh | dr. Natalina Chistanto bersama rekannya, baik sebagai staf dan residen di Yayasan Tabina Aceh, Rabu (25/01/2017) melaporkan Ketua YTA dr. Arief El Habibie ke Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Lamgugob, Banda Aceh.

Laporan tersebut, dibenarkan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dr. Taqwaddin. “Benar kami telah menerima laporan. Yang melapor ada delapan orang,” kata Taqwaddin, di Kantor Ombudsman, Banda Aceh, Rabu siang (25/01).

Taqwaddin mengataka, ada lima indikasi yang dilaporkan dr. Natalina Cs. Pertama, soal dugaan mal administrasi, yaitu hak-hak mereka belum diberikan pihak Yayasan Tabina Aceh. Kemudian, dugaan penyalahgunaan anggaran dari bantuan Kementerian Sosial RI, senilai Rp 3,8 miliar. “Dugaan penyalahgunaan anggaran yang dilaporkan Rp 3,8 miliar,” ujar Taqwaddin.

Terkait dugaan penyimpangan dana bantuan Kemensos RI, karena antara uang masuk ke Yayasan Tabina Aceh, diduga tidak sesuai dengan peruntukan pada residen yang menjani rehabilitasi korban narkoba di yayasan tersebut. “Ada indikasi penyewengan keuangan Negara,” sebut Taqwaddin. Kemudian, dr. Natalina Cs, melaporkan juga dugaan kekerasan fisik, berupa pemukulan yang dialami residen. Bahkan, yang mencemarkan lagi, dugaan kekerasan seks sesama jenis, yang diduga dilakukan dr. Arief El Habibie.

“Ada indikasi penyelewengan keuangan Negara, dugaan mal administrasi, juga kekerasan seks terhadap residen dan kekerasan pemukulan,” kata Taqwaddin.

Pelapor yaitu Adam juga mengaku itu. Pada media ini di Ombudsman menjelaskan, ketika dalam mobil bersama Arief, Adam pernah mengalami kekerasan seks sesama jenis. Diduga dr. Arief, sebut Adam meraba-raba wajah dan bagian lain. Tapi, tindakan Adam memukul Arief, ketika itu.

Dugaan itu, sudah pernah sampai ke Polresta Banda Aceh, awal tahun 2016 lalu. Karena, dr. Arief yang disebut-sebut sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di rumah sakit ibu dan anak, Aceh itu melaporkan Adam karena melakukan pemukulan tersebut.

Tapi, Adam memberi keterangan pada polisi kenapa ia memukul dr. Arief, alasannya karena sudah melakukan pelecehan seksual sesama jenis terhadapnya. “Sudah,, sudah pernah memberi keterangan di Polresta Banda Aceh, karena saya dilaporkan. Tapi, hingga sekarang saya tidak tahu tindakan selanjutnya,” ujar Adam, didampingi dr. Natalina, Rabu siang, di Ombudman RI, Lamgugob, Banda Aceh.***

Komentar

Loading...