Diduga Empat Oknum TNI AD Gunakan Narkoba

Danpomdam IM Kolonel CPM Zulkarnain, SH: Pangdam IM Komit, Jika Terbukti Dipecat!

Danpomdam IM Kolonel CPM Zulkarnain, SH: Pangdam IM Komit, Jika Terbukti Dipecat!
Komandan Polisi Militer  Komando Daerah Militer (Danpomdam) Iskandar Muda, Kolonel CPM Zulkarnain, SH mengelar temu pers (Foto: Muhammad Saleh)
Rubrik

Banda Aceh | Komandan Polisi Militer  Komando Daerah Militer (Danpomdam) Iskandar Muda, Kolonel CPM Zulkarnain, SH menegaskan. Sesuai arahan Panglima TNI, KASAD, Danpuspom dan Pangdam Iskandar Muda. Jajarannya tak akan mentelorir jika ada prajurit TNI-AD yang terlibat pengunaan narkoba.

“Tindakan hukumnya jelas, mulai dari proses persidangan hingga pemecatan,” kata Danpomdam IM Kolonel CPM Zulkarnain, SH, didampinggi Wadanpomdam IM, Letkol CPM Agus Winoto.

Itu disampaikan pada temu pers, Jumat (4/10/2019) malam di ruang pertemuan, POMDAM IM, Banda Aceh.

Menurut Kolonel CPM Zulkarnain. Panglima TNI, KASAD dan Pangdam IM, memiliki komitmen yang tinggi untuk menciptakan prajurit yang profesional dan dicintai rakyat.

“Untuk mewujudkan itu, tentu seorang prajurit TNI AD tidak boleh melanggar hukum, apalagi prajurit POM. Sebaliknya menjunjungi tinggi hukum dan norma hukum,” ujarnya.

Komitmen sama juga ditunjukkan Pangdam Iskandar Muda, khususnya POMDAM Iskandar Muda. “Jadi, jangan ragukan komitmen Panglima TNI, KASAD, Pangdam IM dan kami,” ucap Kolonel CPM Zulkarnain.

Itu sebabnya, Kolonel CPM Zulkarnain mengakui telah melakukan penegakkan hukum bersama Dir. Narkoba Polda Aceh, berupa pengeledahan di satu hotel di Banda Aceh.

Hasilnya,  telah tertangkap dan ditemukan empat oknum TNI AD. “Satu perwira menengah (pamen), satu bintara dan dua tamtama. Ditambah enam sipil. Yang diduga menyalahgunakan narkoba di hotel tersebut,” jelasnya.

Nah, dari hasil pemeriksaan awal kata Kolonel CPM Zulkarnain, ditemukan indikasi mereka sebagai pemakai narkoba. “Namun, kami tetap menjunjung azas praduga tak bersalah dengan melakukan pemeriksaan ulang. Caranya, mengambil darah,” jelas dia.

Sementara, warga sipil sudah dilimpahkan ke Polda Aceh, untuk proses lebih lanjut. “Bukti-bukti yang telah diperoleh, baik dari tes urin, yang dilakukan di Rumkit Kesdam IM dan telah diserahkan kepada Polda Aceh,” sebut dia.

Terkait sangkaan pasal yang dilanggar, sejauh ini masih pasal mengenai narkoba. “Apabila hasil urin negatif, maka akan dibebaskan. Namun, terkait oknum bintara dan tamtama, tetap kita kenakan sanksi hukum, karena mengetahui ada penguna narkoba, tapi tidak melapor,” tegas dia kembali.

Kini, keempat mereka sudah amankan. Khususnya prajurit TNI AD, diproses sampai dengan sidang militer hingga mendapat kepastian hukum tetap. “Sesuai komitmen KASAD, apalagi prajurit POM adalah aparat penegak hukum, karena itu jika terbukti, hukumannya dari penjara sampai pemecatan,” jelasnya.

Untuk itu, keempat prajurit TNI AD tadi telah dilakukan penahanan sementara selama 20 hari. Apabila berkas perkara belum selesai, maka akan dilanjutkan selama 30 hari hingga selesai persidangan. Saat ini ditahan di POMDAM Iskandar Muda.

Khusus untuk seorang Pamen, prosesnya tidak dilakukan di Banda Aceh. Tapi di Medan, Sumatera Utara. “Sebab, Ouditur Militer Tinggi dan Mahkamah Militer Tinggi (Mahmilti) semacam Kejaksaan Tinggi ada di Medan, Sumatera Utara. Karena itu, sidang dan penuntutan di Medan,” tegas Kolonel CPM Zulkarnain.

Walau keempatnya diakui ada indikasi positif, pihaknya tetap menjunjung azas praduga tak bersalah. “Karena itu, akan kami lakukan pemeriksaan yang lebih mendalam”.

“Melalui darah, lebih nyata dan objektif untuk dibawa ke pengadilan sebagai alat bukti,” jelas dia. Sebelumnya, semua yang tertangkap Rabu dini hari lalu, telah dilakukan tes urin di Rumah Sakit (Rumkit) Kesdam Iskandar Muda.

Saat itu, mereka dibawa bersama-sama dan  disaksikan masing-masing hasil tes urin tersebut. Lalu, membuat berita acara. Namun, kata Kolonel CPM Zulkarnain, hasil tes urin Rumkit Kesdam IM belum diakui sehingga dibawa pada Laboratorium Polri serta Laboratorium milik Pemerintah Aceh.

Terkait Letkol AH, dijelaskan Kolonel Zulkarnain merupakan mantan Dandenpom Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Dia baru setahun lalu dimutasi ke Jawa.

“Setahu kami kehadirannya ke Banda Aceh, setelah mengajukan cuti pada satuannya, dalam rangka menghadiri kawannya yang dilantik sebagai anggota DPR Aceh,” jelas dia.

Karena itulah, jika terbukti mereka akan dipecat. “Selama ini sudah kami tanggani. Selain hukuman pidana juga ada hukuman tambahan yaitu dipecat”.

Diakui Kolonel CPM Zulkarnain, pihaknya setiap tahun melakukan upacara pemecatan. “Bulan lalu di Lapangan Nesu dan langsung dipimpin Pak Pangdam Iskandar Muda”.

Mengenai masalah narkoba, kembali ditegaskan Danpomdam IM. Mulai dari Panglima TNI hingga jajaran dibawahnya tetap komit dan tidak ada ampun bagi prajurit TNI AD. “Pasti dipecat,” tegas dia kembali.

Nah, apakah empat prajurit TNI AD tadi hanya pemakai atau kebetulan ada di lokasi? “Lebih sebagai pemakai. Bisa saja mereka tidak pemakai, tapi yang wanita sudah positif pemakai karena ada bong di TKP dan hasil tes urin,” jelasnya, menutup pertemuan dengan awak media pers.***

Komentar

Loading...