Dandim 0101/BS Letkol Inf Abdul Razak Rangkuti: Tidak Ada Bendera Selain Merah Putih

Dandim 0101/BS Letkol Inf Abdul Razak Rangkuti: Tidak Ada Bendera Selain Merah Putih
Dandim 01/01 BS, Letkol Inf Abdul Razak Rangkuti. Foto: Suparta/acehkini

Banda Aceh | Dandim 0101/BS Letkol Inf Abdul Razak Rangkuti menyebut. Di Indonesia tidak ada bendera selain bendera merah putih.

Penegasan itu disampaikan saat mengawasi Milad GAM Ke-44 yang dirayakan ratusan masyarakat Aceh di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat.

Amatan media ini, massa membacakan ikrar bahwa Bulan Bintang bukanlah bendera separatis, juga menuntut pemerintah untuk merealisasi butir-butir MoU Helsinki.

“Tadi mereka mengatakan ikrar bahwa bendera mereka (Bulan Bintang) bukan bendera separatis. Tapi saya sudah sampaikan bahwa tidak ada bendera selain bendera merah putih,” ungkap pemegang pucuk pimpinan di Komando Distrik Militer (Kodim) ini.

Katanya, pihak keamanan berpegangan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 tahun 2007 tentang Lambang Daerah.

Regulasi ini melarang bendera, lambang, dan himne daerah memiliki persamaan pada pokoknya atau secara keseluruhan dengan bendera, lambang, dan himne organisasi terlarang atau organisasi/perkumpulan/lembaga/gerakan separatis.

Namun, luput dari pengawasan pihak keamanan bendera Bulan Bintang sempat berkibar hampir satu jam di halaman Masjid Raya Baiturrahman.

SetelahKapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto dan Abdul Razak Rangkuti Dandim 0101/BS, serta puluhan pasukan pengamanan bersenjata lengkap hadir bendera tadi akhirnya diturunkan.

“Mereka menyepakati untuk menurunkan kembali benderanya dan menyampaikan aspirasinya saja,” sebut A.R. Rangkuti.

Pihak keamanan melakukan dialog dengan ratusan massa yang begitu khidmat membacakan ikrar dan meneriakkan takbir: “Allahuakbar”. Begitupun, tampak beberapa helai bendera menghiasi kerumunan massa.

“Mereka menyampaikan tuntutan-tuntutannya ke pimpinan pusat agar pemerintahan Aceh ini wilayah Aceh ini bisa dibenahi lagi. Pimpinan rata-rata dari PA (Partai Aceh) ini mengungkapkan ketidakadilan pemerintah pusat ini,” tutup Dandim saat diwawancarai awak media.***

Komentar

Loading...