Breaking News

Dana Refocussing Aceh Rp2 Triliun Lebih, Ternyata Hanya Rp610,8 Miliar Untuk Penanganan Covid-19

Dana Refocussing Aceh Rp2 Triliun Lebih, Ternyata Hanya Rp610,8 Miliar Untuk Penanganan Covid-19
Rapat LKPJ APBA 2020 antara Banggar dan Pemerintah Aceh, di Banda Aceh, Senin (27/7/2021). (Foto: ANTARA/HO)

Banda Aceh | Rapat Badan Anggaran (Banggar), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh dengan Tim Anggara Pemerintahn Aceh (TAPA) sempat beberapa kali ditunda akibat Ketua TAPA Taqwallah selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, tidak menghadiri rapat.

Setelah diagendakan kembali, Rabu (4/8/2021) akhirnya Taqwallah menghadiri rapat tersebut didampingi Ketua Bappeda Aceh Teuku Ahmad Dadek.

Pada kesempatan itu, Badan Anggaran DPR Aceh mempertanyakan tentang dana refocussing tahun 2020 yang berjumlah Rp2 triliun lebih itu, yang juga dipakai untuk belanja aparatur di Pemerintah Aceh seperti rehabilitasi Gedung Sekda Aceh dan pembelian mobil untuk Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). 

Saat itu, Sekda Aceh Taqwallah menjelaskan, dana refocussing tersebut  tidak harus digunakan untuk penanganan Covid-19. Dalam artian, uang sebanyak itu bisa digunakan untuk keperluan selain penanganan Covid-19.

Karena itu, Pemerintah Aceh menggunakan dana Rp1,4 triliun yang bersumber dari dana Otsus untuk kegiatan non-covid, yaitu rasionalisasi kegiatan-kegiatan di SKPA seperti rehab Gedung Sekda Aceh dan pembelian mobil dinas dan lainnya.

Sedangkan untuk penanganan covid, yaitu untuk kesehatan, jaring pengaman sosial, dan dampak ekonomi, hanya sekitar Rp610,8 miliar, dan yang dapat direalisasikan sebesar Rp475,5 miliar. 

Mendengar pemaparan Taqwallah tadi, membuat anggota Badan Anggaran DPRA terkejut. Salah satunya  Iskandar Usman (Partai Aceh). Dia menyatakan apa yang disampaikan TAPA bertentangan aturan perundang-undangan yang ada, yaitu Perpu Nomor 1 Tahun 2020 dan sejumlah Peraturan Menteri yang mengatur tentang refocussing. 

“Di situ sudah disebutkan bahwa pemerintah daerah diminta untuk menyesuaikan belanja barang jasa sekurang-kurangnya 50 persen. Juga belanja modal sekurang-kurangnya 50 persen. Dan juga penyesuaian belanja pegawai,” sebut Iskandar Usman.

Anggaran hasil penyesuaian ini kata dia, digunakan belanja kesehatan dan hal lain terkait pencegahan penanganan Covid-19. Kemudian, untuk penyediaan jaring pengaman sosial dan terakhir untuk penanganan dampak ekonomi agar dunia usaha di daerah tetap berjalan.

“Tidak ada disebutkan untuk hal-hal selain yang telah disebutkan dalam PMK itu. Saya menginginkan tambahan penjelasan dari Pak Sekda karena kita harus clear-kan dulu masalahnya,” tegas Iskandar. 

Tak hanya itu, Amiruddin Idris, Anggota Badan Anggaran (Banggar) dari PPP juga mengungkapkan kebingungannya terhadap pernyataan Sekda.

Menurut dia, Perppu yang dikeluarkan Presiden Jokowi tidak akan ada jika tanpa ada covid. Jadi, tidak ada alasan pemakaian uang refocussing untuk kegiatan selain penanganan covid seperti membeli mobil kepala dinas atau kegiatan untuk aparatur lainnya. 

“Dalam rangka penanganan covid ini besar kepentingannya untuk masyarakat,” kata Amiruddin Idris. 

Sementara Ali Basrah dari Partai Golkar  mengatakan perintah perubahan melalui Pergub hanya untuk tiga hal, apabila ada penggunaan di luar tiga hal itu, maka harus melalui qanun.

“Seperti rehabilitasi ruangan Sekda atau pengadaan mobil di lingkup sekretariat harus dilakukan melalui pembahasan dengan DPRA untuk melahirkan perubahan APBA. Laporkan kepada DPRA, kita lakukan perubahan. Itu yang tidak terjadi,” kata dia. 

Namun Sekda Taqwallah tidak menanggapi lagi apa yang dipertanyakan anggota Banggar tersebut.

Selain itu Wakil Ketua DPRA, Safaruddin, sebelum menutup rapat menyatakan kekecewaannya terhadap TAPA yang tidak pernah serius dalam membahas pertanggungjawaban tahun 2020.

Sementara Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian juga menyatakan hal yang sama. Menurut Hendra, TAPA tidak pernah punya political will untuk membahas Rancangan Qanun Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA 2020 yang anggarannya telah digunakan Pemerintah Aceh.***

Komentar

Loading...