Dana BTT Covid-19 Aceh Besar Dipangkas Rp1 Miliar

Dana BTT Covid-19 Aceh Besar Dipangkas Rp1 Miliar
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Besar, Drs. Iskandar, M.Si. Sumber foto: Dok MODUSACEH.CO.

Jantho | Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Besar, Drs. Iskandar, M.Si menyebut. Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Covid-19 Kabupaten Aceh Besar telah mengalami pemotongan Rp1 miliar. Jika sebelumnya Rp48 miliar, menjadi Rp47 miliar.

“Kita pangkas Rp1 miliar ini untuk biaya tanggap darurat seperti kejadian badai di Pulo Aceh. Dana itu untuk membantu penanganan masa panik di Pulo Aceh. Sisanya akan kita jadikan safety untuk penanganan bencana-bencana seperti itu,” kata Iskandar saat dihubungi MODUSACEH.CO, Senin.

Hasil penelusuran MODUSACEH.CO, adapun realisasi BTT untuk pencegahan dan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Aceh Besar tahun anggaran 2020 telah dicairkan kepada sejumlah SKPK/OPD Pemkab Aceh Besar.

Misal, untuk Kodim 0101/BS, Pemkab Aceh Besar telah mencairkan Rp150 juta (biaya patroli) dalam rangka penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Aceh Besar. Sebelumnya, Kodim 0101/BS mengusulkan Rp523 juta lebih. Pencairan tersebut pada 20 April 2020.

Selain itu, Kodim 0101/BS kembali mengusulkan biaya Rp4,4 miliar untuk kegiatan musim tanam (MT) Gadu di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Berdasarkan data yang diterima media ini, Pemkab Aceh Besar telah mencairkan Rp3 miliar secara bertahap. Masing-masing Rp1 miliar untuk tahap pertama pada 5 Mei 2020. Kedua 14 Mei 2020, dan tahap ketiga 19 Mei 2020.

Pemkab Aceh Besar juga telah mencairkan Rp156 juta lebih untuk Polres Kabupaten Aceh Besar. Dana itu digunakan untuk kegiatan penyemprotan cairan disinfektan, dan bakti sosial dalam rangka penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Aceh Besar. Pencairan tersebut pada 21 April 2020.

Adapun untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar, Pemkab Aceh Besar telah mencairkan Rp235 juta lebih pada 22 April 2020. Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan perlengkapan sekretariat gugus tugas penanganan virus corona di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Lalu, pada 20 Mei 2020, melalui BPBD Aceh Besar, Pemkab Aceh Besar kembali mencairkan Rp413 juta lebih untuk biaya honorarium tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Aceh Besar.

Sementara untuk Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Aceh Besar, Pemkab Aceh Besar telah mencairkan Rp250 juta pada 22 April 2020. Biaya tersebut untuk sosialisasi publikasi melalui media cetak dan online, terkait pencegahan Covid-19 di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Sebelumnya, Setda Aceh Besar diketahui mengusulkan anggaran Rp949 juta lebih. Adapun Rp250 juta tersebut merupakan pencairan tahap pertama.

Untuk biaya patroli dan honorarium petugas dalam rangka penanggulangan Covid-19 di Wilayah Kabupaten Aceh Besar, Pemkab Aceh Besar telah mencairkan Rp358 juta lebih untuk instansi Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Besar. Pencairan tersebut pada 22 April 2020.

Untuk Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Besar, terkait pengadaan perlengkapan pos penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Aceh Besar, Pemkab Aceh Besar telah mencairkan Rp93 juta lebih pada 28 April 2020.

Ditambah lagi pencairan pada 6 Mei 2020, Rp317 juta lebih untuk perlengkapan pos penanggulangan/pencegahan Covid-19, dan antisipasi angkutan lebaran di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Adapun pos tersebut di , Saree, Aneuk Galong, Lhoknga, dan Bundaran Lambaro.

Sementara untuk Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Aceh Besar, Pemkab Aceh Besar telah mencairkan Rp1,7 miliar lebih untuk pelaksanaan pasar murah dan insentif usaha kecil menengah pada 30 April 2020.

Untuk Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar, terkait guna memastikan ketersediaan dan stabilitas pangan di wilayah itu, telah digelontorkan Rp131 juta lebih pada 30 April 2020.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Aceh Besar, telah dicairkan Rp8,7 miliar lebih pada 5 Mei 2020. Biaya sebanyak itu disebut untuk pengadaan alat kesehatan.

Selain itu, untuk Dinas Sosial Kabupaten Aceh Besar, juga telah dicairkan Rp361 juta lebih pada 14 Mei 2020, yang disebut untuk honor pelaksana kegiatan pembagian sembako pada 23 titik dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar. Jadwalnya pada waktu bersamaan atau 14 Mei 2020. Pemkab Aceh Besar telah mencairkan Rp2,9 miliar lebih untuk bantuan sosial (sembako).

Nah, tanggal 13 Mei 2020 Pemkab Aceh Besar juga mencairkan biaya Rp150 juta untuk Polresta Banda Aceh sebagai biaya patrol dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar, pada 20 Mei 2020 Pemkab Aceh Besar telah mencairkan dana Rp5,7 miliar lebih. Biaya itu disebut untuk penyediaan alat pelindung diri (APD), sarana cuci tangan, dan honorarium petugas medis.

Untuk Kantor Camat Jantho, Camat Darul Imarah, Camat Montasik, Indrapuri, Lhoknga, Darussalam, Darul Kamal, Pemkab Aceh Besar telah mencairkan masing-masing Rp50 juta pada 30 April 2020. Dana tersebut diperuntukkan untuk penyediaan perlengkapan rumah isolasi.

Sementara Kantor Camat Simpang Tiga, Rp49 juta lebih, Ingin Jaya (Rp48 juta lebih). Pencairan itu pada tanggal 30 April 2020. Dana tersebut untuk penyediaan perlengkapan rumah isolasi.

Tanggal 4 Mei 2020, Pemkab Aceh Besar mencairkan untuk Kantor Camat Kuta Malaka (Rp50 juta), dan Kantor Camat Mesjid Raya (Rp50 juta). Pada 14 Mei 2020, Kantor Camat Pulo Aceh (Rp50 juta), Baitussalam (Rp50 juta), Kuta Cot Glie (Rp50 juta), dan Peukan Bada (Rp50 juta).

Tanggal 20 Mei 2020, Kantor Camat Krueng Raya (Rp50 juta), Kuta Baro (Rp50 juta), Blang Bintang (Rp50 juta), Leupung (Rp50 juta). Adapun Kantor Camat Lembah Seulawah (Rp49 lebih), dan Lhoong (Rp49 juta lebih).

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan MODUSACEH.CO, adapun realisasi belanja tidak terduga (BTT) untuk penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Besar telah mencapai Rp27,487,498,600 dari pagu anggaran BTT Rp47 miliar. Sedangkan sisa yang belum terealisasi Rp19,512,501,400.

Sekda Aceh Besar, Iskandar mengatakan, laporan itu berdasarkan realisasi dari kas daerah ke rekening dinas. Ia menyebut, dinas bisa saja anggaran tersebut belum semua dibelanjakan, karena terkait proses pengadaan barang.***

Komentar

Loading...