Terkait Laporan Pertanggungjawaban

Dana Belum Cair, Pemburu Antar Daging Babi ke Kantor Desa

Dana Belum Cair, Pemburu Antar Daging Babi ke Kantor Desa

Simeulue | Entah karena emosi atau salah memahami. Sejumlah pemburu hama di Desa Ganting, Kecamatan Simeulue Timur, Simeulue, mengantar daging babi ke kantor desa setempat.

Setelah diketahui ternyata warga tadi mengantar daging yang diharamkan ummat Islam tersebut. Alasannya, karena salah pengertian dengan aparat desa di daerah itu. Penyebabnya anggaran operasional bagi para pemburu hama tadi belum dicairkan pihak desa.

Kepala Desa Ganting, Amiruddin mengatakan. Permasalah itu terjadi karena pihak kelompok pemburu meminta uang operasional mereka selama tahun 2019 lalu, sebanyak Rp 9 juta agar dicairkan.

Dijelaskan, uang itu bukan tidak dicairkan oleh desa. Tetapi pihak kelompok pemburu hama itu diminta terlebih dahulu menyiapkan bukti dokumentasi kegiatan mereka selama setahun. Hal ini sebagai syarat pertanggung jawaban bagi desa ke pihak kecamatan.

"Uang itu masih ada, dan masih bisa dicairkan, tetapi harus ada dokumentasi pertanggung jawaban kegiatan mereka untuk mencairkan uang. Namun bukti itu bukan daging babinya yang diantar ke kantor desa," jelas Amiruddin, Rabu, 08/01/2020.

Dikatakan, sebelum kejadian itu. Pihak desa dan kelompok pemburu hama telah melakukan musyawarah. Namun entah apa penyebabnya kejadian yang dianggap memalukan itu terjadi.

"Sebelumnya kami sudah musyawarah dan telah disetujui bersama, namun akhirnya terjadi seperti ini," ucap Amiruddin.

Camat Simeulue Timur, Simeulue, Ali Muhayatsah, SH, menjelaskan. Permasalahan itu hanya selisih paham antara aparat desa dengan pihak kelompok pemburu hama.

"Ini soal pemahaman dari masyarakat kita dengan latar belakang sosial yang berbeda-beda sehingga kita harus bisa memahami," jelas Ali Muhayatsah.***

Komentar

Loading...