Terkait Dana Tunjangan Rumah Pimpinan dan Anggota DPRA

Dalimi: Benar Ada Terima, Ikuti Saja Temuan BPK!

Dalimi: Benar Ada Terima, Ikuti Saja Temuan BPK!
Pimpinan DPRA, Dalimi. (Foto: RRI)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dalimi, Kamis (27/5/2021) mengakui, jika pimpinan dan anggota DPRA ada menerima dana tunjangan perumahan tahun anggaran 2020.

Itu sebabnya, jelas Dalimi dia meminta pimpinan dan anggota DPR Aceh untuk mengikuti saja apa yang menjadi rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Kita ikut saja temuan BPK, apa yang harus dilakukan. Misal, mengembali dana tersebut, maka kita harus mengembalikannya,” kata Dalimi melalui sambungan telepon.

Politisi Partai Demokrat yang sedang di Jakarta ini mengaku, belum tahu persis berapa kelebihan tunjangan perumahan tersebut. Misal, dihitung sejak bulan berapa saja pada tahun 2020 lalu.

“Cuma saya belum tahu persis mulai dihitung BPK bulan berapa,” ujar Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil-11) Pidie dan Pidie Jaya. 

Dalimi juga tidak tahu persis pada bulan berapa dirinya menerima kunci rumah dinas tersebut setelah direhap dan diadakan alat rumah tangga.

Menurut Dalimi, rumah dinas DPRA itu direhab karena ada yang bocor. Sedangkan alat rumah tangga dilakukan pengadaan baru karena ada yang rusak dan hilang.

”Ada pengadaan alat-alat rumah tangga, tetapi itu tidak secara tuntas. Kadang-kadang di rumah si A baru selesai pada bulan sekian, rumah si B baru selesai bulan sekian. Jadi kalau tidak salah baru tuntas pada September 2020,” jelas Dalimi.

Lanjut Dalimi, kondisi rumah dinas wakil rakyat tersebut memang tak layak lagi. Seperti kamar mandi (WC) tidak bisa lagi digunakan. “Jadi memang kelihatannya tidak pantas lagi untuk ditinggali atau ditempati,” sebut Dalimi.

Tak hanya itu, menurut Dalimi ada isi alat rumah tangga dewan sudah tak ada lagi. Namun, Dalimi tidak tahu kemana. Kok bisa?

“Itu ngak tahu, mungkin periode-periode yang lama yang bawa lari, sampai tingkat gorden saja diangkat. Jangankan gorden, lemari yang nempel di dinding saja juga dibongkar, aneh,” kata Dalimi.

Terkait tunjangan perumahan pimpinan dan anggota dewan, Dalimi mengaku uang tersebut ditransfer ke rekening masing-masing pimpinan dan anggota DPRA.

“Ditransfer ke rekening, jadi kita menerima sekitar Rp8,3 juta per bulan. Itu yang harus kita kembalikan versi BPK, kalau menurut saya memang harus dikembalikan,” tegas Dalimi.

Begitupun, Dalimi mengakui ia tidak tahu adanya pemberian tunjangan rumah. Namun ia tahu saat ada paripurna di DPRA, ramai-ramai membicarakan fulus tersebut. Setelah riuh saat paripurna, sekitar 15 menit kemudian Dalimi baru dapat info.

“Ada 15 menit masuk notifikasi Bank Aceh Rp91 juta. Saya langsung sampaikan ke istri, ini jangan dipakai dulu. Karena menurut saya uangnya nggak jelas. Sampai hari ini uang itu masih ada sama saya,” akui Dalimi.***

Komentar

Loading...