Covid Tembus 50 Ribu Kasus Sehari, Suporter Liga Inggris Kok Masih Ramai Tanpa Masker?

Covid Tembus 50 Ribu Kasus Sehari, Suporter Liga Inggris Kok Masih Ramai Tanpa Masker?
Penonton dan suporter Liga Inggris masih terlihat tidak menggunakan masker. (Foto: AP/Martin Rickett)
Penulis
Rubrik
Sumber
cnbcindonesia.com/detik.com

Jakarta | Covid-19 Inggris makin merajalela. Dalam laporan Kamis (21/10/2021), kasus baru kini menembus 52.009 dalam sehari.

Ini merupakan rekor terbaru sejak 17 Juli 2021 di mana ada 54.674 kasus. Hal itu membuat total Covid-19 Inggris sejak corona menyerang di 2020 menjadi 8,6 juta orang, keempat terbanyak di dunia.

Kemarin, Inggris juga mencatat 115 kematian baru. Kini angka total kematian menjadi 139.146 sejak pandemi terjadi.

Sejumlah ahli kesehatan menyuarakan "rencana B" ke pemerintah Inggris. Mereka menyebut pemerintah "melakukan kelalaian dengan sengaja" jika tak melakukan halm ini.

Dokter mendesak warga kembali bekerja di eumah dan wajib memakai masker. Lonjakan banyak terjadi di klaster keluarga dan aktivitas dalam ruangan.

Meski demikian, mengutip BBC International, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kasus rawat inap dan kematian tetap rendah meski infeksi tinggi. Ia pun mendesak banyak orang mendapat vaksin penguat (booster) Covid-19.

Meskipun kasusnya tinggi, pemerintah akan melanjutkan rencana strategi vaksinasi, dan sekarang keadaannya jauh lebih baik daripada tahun lalu," katanya dikutip Jumat (22/10/2021).

Namun sayangnya pemerintah belum kembali mewajibkan masker bagi warga Inggris. Banyak dari mereka kini yang masih bebas jalan-jalan tanpa perlu menggunakan masker termasuk di Liga Inggris, para penonton ramai-ramai hadir tanpa menggunakan masker.

Mengapa pemerintah tidak memberlakukan kembali aturan wajib penggunaan masker?

Dikutip dari BBC, rupanya pemerintah Inggris enggan kembali mewajibkan aturan masker karena berdampak pada perekonomian. Pemerintah diingatkan kalau ketentuan atau aturan wajib masker bisa menyebabkan kehilangan pendapatan hingga £4 miliar untuk sektor perhotelan dan acara, berdasarkan laporan bulan Juli.

Namun, alasan lain keengganan pemerintah disebut bisa lebih politis. Sementara Menteri Kesehatan Sajid Javid mengimbau sejumlah warga untuk memakai masker di tempat-tempat ramai.

Jadi bagaimana aturan di Inggris sekarang?

Tempat dan bisnis diperbolehkan untuk memiliki aturan sendiri, dan penumpang dapat ditolak masuk pada layanan transportasi di London jika mereka menolak untuk memakai masker tanpa alasan yang masuk akal.

Pemerintah secara resmi mengatakan pendekatan saat ini di Inggris memungkinkan aturan berdasarkan penilaian berbasis risiko pribadi.

"Kami mengharapkan dan merekomendasikan agar anggota masyarakat terus mengenakan masker di ruang yang ramai dan tertutup di mana Anda bersentuhan dengan orang yang biasanya tidak ditemui. Misalnya, di transportasi umum. Jika ada risiko penularan, harus segera memakai masker."***

Komentar

Loading...