Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Buntut Dugaan Bisnis Jual Beli Kios Pasar

Coba Usir Pedagang Pasar, Disperindagkop Lhokseumawe Malah Tuai Kemarahan Warga

Coba Usir Pedagang Pasar, Disperindagkop Lhokseumawe Malah Tuai Kemarahan Warga
Sejumlah pedagang berjaga-jaga untuk menghalau tindakan Disperindagkop Kota Lhokseumawe hendak mengusir pedagang pasar dan menyegel kios Pasar Inpres Jalan Listrik, Kecamatan Banda Sakti Sabtu (6/3).

Lhokseumawe | Belum lagi tuntas persoalan bisnis jual lapak dan kios, kali ini Disperindagkop Kota Lhokseumawe kembali berbuat ulah dengan upaya mengusir sejumlah pedagang di Pasar Inpres Jalan Listrik, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Akibatnya menuai kemarahan warga dengan cara ikut menghalau tindakan petugas.

Aksi yang dirasa tidak terpuji itu dilakukan Kepala UPT Pasar Zulfian. Dia hendak melakukan upaya pengusiran pedagang yang mengais rezeki, berlanjut dengan upaya menyegel kios.

Namun, upaya tersebut gagal dilaksanakan lantaran telah menuai kemarahan warga yang ikut membantu pedagang, melakukan perlawanan dan menghalau petugas.

Abdurrahman, salah seorang pedagang Pasar Inpres Jalan Listrik mengaku. Sekira pukul 10.09 WIB, Jumat (5/3). Petugas Disperindagkop ditenggarai Kepala UPT Pasar Zulfian mendatangi lokasi kios yang sedang bersengketa di Pasar Inpres Jalan Listrik.

Seketika itu, saat pedagang sedang sibuk melayani konsumen, tiba-tiba Zul melakukan pengusiran dan meminta sejumlah pedagang segera pindahkan barang dan angkat kaki, keluar dari pasar.

Abdurahman menjelaskan. Oknum Zul bukan hanya bertindak arogan, tapi juga mengeluarkan kalimat tidak sopan dan menuding pedagang sebagai pencuri bangunan milik pemerintah.

Abdurahman mengaku, meski diusir dengan cara tidak beretika, dirinya mencoba tetap menanggapi dengan sopan seraya menunjukkan surat resmi dan bukti pembayaran retribusi tahun Rp1,6 juta. Kemudian bertanya apa salahnya, hingga harus diusir dan tidak boleh berdagang lagi di pasar.

Sayangnya, Zul tetap tidak peduli dan malah akan segera menyegel kios setempat. Alasannya sudah dibeli pedagang lain yang akan membuka usaha jenis lain.

Karena tindakannya yang terkesan arogan, ternyata telah menuai kemarahan warga dan pedagang lain yang merasa kesal melihat cara pengusiran paksa itu.

Akhirnya mereka justru ikut membela pedagang dan menghalau petugas dengan cara  mengusir pedagang yang sedang mencari nafkah.

Beruntungnya, pihak Polsek Banda Sakti turut mengamankan situasi dan kondisi, sehingga hanya terjadi ketegangan dan perang mulut. Dan kondisi ini menjadi tontonan masyarakat yang sibuk beraktifitas dalam pasar.

Hal serupa juga dialami pedagang Pasar Inpres Bukhari yang ikut diusir secara paksa pihak Disperindagkop dan terpaksa mempertahankan tempat usahanya mencari sesuap nasi.

Bukhari menjelaskan, sebelumnya semua pedagang yang menempati kios pasar pernah dipanggil ke Kantor Disperindagkop Lhokseumawe untuk mengikuti rapat.

Dalam pertemuan itu, Kadis Perindagkop Ramli mengatakan. Pemerintah hendak membongkar dan membangun baru kios pasar tersebut agar resmi dan tidak ilegal.

Ramli berjanji bila pembangunan kios baru itu tuntas, maka akan dikembalikan kepada pedagang lama seperti semula tanpa boleh diganti dengan orang lain.

Bukhari menjelaskan, ironisnya Ramli malah ingkar janji dan begitu kios sudah dibangun baru, ternyata pihak Disperindagkop justru telah menjual kios tersebut kepada orang lain dengan harga fantastis.

“Pihak Disperindagkop tega ingkar janji dan menjadikan lapak dan kios pasar sebagai ajang bisnis. Sehingga siapa yang berani bayar mahal bisa mendapatkan tempat usaha dalam pasar. Cara ini sangat merugikan pedagang dan mengancam kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan Pedagang Pasar Inpres Jalan Listrik Mukhtar alias Belalang dan Ketua Koperasi Syuhada Hamdani menegaskan. Pihaknya bersama ratusan pedagang akan segera melakukan aksi demo.

Pedagang akan memprotes kinerja Disperindagkop Kota Lhokseumawe yang dinilai tidak memihak kepada pedagang dan terkesan mencari keuntungan pribadi dengan cara membuat pedagang kehilangan tempat usaha.

“Pekan lalu kami tunda aksi demo karena janji Sekdakot Lhokseumawe T. Adnan akan tuntaskan masalah pasar. Ternyata kami merasa ditipu, karena tidak ada solusi dan malah pemerintah kian menekan pedagang kecil demi keuntungan pribadi. Maka aksi demo akan kami lakukan untuk mencari keadilan,” tegasnya.

Kini, para pedagang dan masyarakat berjaga-jaga di depan kios pasar untuk menghalau petugas yang hendak mengusir pedagang dan menyegel kios setempat.

Sementara itu, Kadisperindagkop Lhokseumawe Ramli dan Kepala UPT Pasar Zulfian gagal dikonfirmasi, karena tidak mengangkat telepon selulernya dan tidak membalas pesan singkat yang masuk.***

Komentar

Loading...