Rencana Pengadaan Pesawat N219 Pemerintah Aceh

Co Pilot Asal Aceh: Aceh Sudah Punya Ahli Penerbangan, Ajaklah Diskusi

Co Pilot Asal Aceh: Aceh Sudah Punya Ahli Penerbangan, Ajaklah Diskusi
Subhan
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Subhan, alumni beasiswa Pemerintah Aceh yang kini bekerja sebagai Co Pilot di salah satu maskapai Indonesia, yang diminta pendapatnya terkait rencana pengadaan pesawat jenis N219 Pemerintah Aceh bekerjasama dengan PT. Dirgantara Indonesia, Jumat malam (13/12/2019) menawarkan solusi, supaya Pemerintah Aceh mempertimbangkan dengan matang terhadap rencana tersebut.

"Saya rasa kita harus pertimbangkan dan rumuskan dengan sangat matang mengenai rencana beli pesawat," kata Subhan.

Alasan Subhan, soalnya pengadaan pesawat merupakan program bukan main-main.

"Soalnya ini merupakan bisnis (jika targetnya bisnis) ya tidak main-main dan harus sangat extra serius," sebut Subhan.

Bahkan lanjutnya, penerbangan itu High Cost and High Risk. Maksud Subhan, pemain-pemain besar saja yang sudah berpengalaman bisa tersandung bencana dan risiko. "Baik itu materi bahkan jiwa sekali pun," tegasnya.

Bahkan jelas Subhan, saat ini Aceh sudah punya banyak ahli-ahli penerbangan. "Baiknya ajaklah diskusi ahli-ahli muda ini," harap Subhan.

Saran Subhan untuk duduk bersama dengan banyak elemen. "Dari pilot hingga manajemen bandara udara kita sudah punya. Saya yakin mereka punya ide dan masukan yang lebih baik dalam rencana pengadaan pesawat dan target Pemda Aceh ini," ujar Subhan.

Tujuan Subhan, atas rencana pengadaan pesawat  tidak terkesan dan kurang matang.

"Tidak ada harapan lain, selain Aceh maju," kata Subhan. Saran untuk duduk bersama, Subhan punya alasan tersendiri, ini pengalaman lalu. 

"Dan besar harapan saya tidak terjadi kegagalan lagi, sudah cukup saya dan rekan-rekan dulu menjadi korban dari ketidakjelasan program penerbangan Pemerintah Aceh, tepat sasaran dan hemat biaya," kritik Subhan Jumat malam (13/12).

Saat ditanya media ini, apakah rencana pengadaan pesawat N219 Pemerintah Aceh itu ada diajak diskusi, Subhan mengaku belum ada. "Belum, dan teman-teman lain juga melapor belum," kata Subhan.

Nah, menurut sepengetahuan Subhan, pesawat N219 masih dalam proses sertifikasi dan uji terbang.

"Belum diproduksi massal dan harus menunggu sampai semua proses selesai dulu, jadi masih pesan dulu lah istilahnya," papar Subhan.

Begitupun, Subhan mengaku Pesawat N219 adalah pesawat tangguh dan cocok dipakai di daerah Aceh.

"Jika tertarik dengan pesawat buatan Indonesia tersebut, kita harus menunggu dulu dikarenakan belum di produksi secara massal," ujarnya.

Tetapi lanjut Subhan, sembari menunggu eloknya agar ada solusi banyak, proyek Pesawat N219 jangka panjang.

"Agar produktif jika dana tersedia, jadikan N219 proyek jangka panjang, dan jangka pendek bisa mencoba dengan Twin Otter atau Grand Caravan, mulai dari hal kecil aja dulu, kan grafiknya bisa kita lihat bagus atau tidaknya," saran Subhan.***

Komentar

Loading...