Cita Citata Hingga Anggota BPK Disebut di Sidang Bansos, Ini Kata KPK

Cita Citata Hingga Anggota BPK Disebut di Sidang Bansos, Ini Kata KPK
Gedung KPK. Foto detikcom
Penulis
Rubrik
Sumber
detik.com

Jakarta | Sejumlah nama seperti artis Cita Citata muncul dari keterangan para saksi dalam persidangan perkara dugaan suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan virus corona atau COVID-19. KPK menyebutkan bila kesaksian itu akan ditelaah lebih lanjut. 

"Terkait keterangan saksi tersebut, tentu tim JPU (jaksa penuntut umum) akan mengkonfirmasi kepada saksi-saksi lain yang akan dihadirkan di persidangan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (9/3/2021).

"Berikutnya akan dilakukan analisis lebih lanjut dalam surat tuntutan," imbuhnya.

Seperti diketahui, dalam persidangan kasus bansos muncul sejumlah nama yang disebut menerima fee bansos Corona tersebut. Hal itu terungkap dalam pembacaan BAP mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bansos Corona, Matheus Joko Santoso.

Dalam persidangan itu, Joko diperiksa sebagai saksi dalam sidang penyuap bansos Corona, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (8/3). Joko mengaku diperintah mantan Mensos Juliari Peter Batubara untuk mengumpulkan fee bansos Corona sebesar Rp 10 ribu per paket dari perusahaan penyedia bansos.

Joko mengatakan total fee yang terkumpul Rp 16,7 miliar, tapi yang diberikan ke Mensos Juliari Rp 14,7 miliar. Selain memberikan ke menteri, Joko mengaku fee bansos Corona yang terkumpul itu diberikan ke sejumlah pejabat di Kemensos. Selain ke pejabat Kemensos, ada yang diberikan ke kolega Juliari sebesar Rp 100 juta, tapi dia tidak tahu siapa kolega itu.

Adapun rincian pejabat Kemensos dan orang lain yang terima fee dalam BAP Joko yang dibacakan adalah:

  • KPA Bansos Corona, Adi Wahyono untuk Juliari Rp 8,4 miliar
  • KPA Bansos Corona, Adi Wahyono Rp 1 miliar
  • Dirjen Linjamsos Kemensos, Pepen Nazarudin Rp 1 miliar
  • Karo Perencanaan Adi Karyono Rp 550 juta.
  • Karopeg Kemensos, Amin Rahardjo Rp 100 juta
  • Direktur PSKBS, Sunarti Rp 100 juta
  • Staf Kemensos Robbin Rp 300 juta
  • Tim Bansos, Yogi Rp 300 juta
  • Iskandar Rp 250 juta
  • Staf Kemensos Rizki Rp 350 juta
  • Tim Bansos, Firman Rp 250 juta
  • Reinhan Rp 70 juta

Selain pemberian uang ke pejabat Kemensos, uang itu digunakan untuk membeli handphone dan sepeda Brompton. Joko mengatakan ada juga pemberian uang ke anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Pembelian 10 buah Hp Rp 140 juta kepada pimpinan Kemensos, Brompton 3 sepeda untuk Sekjen Hartono Laras senilai Rp 120 juta, dan untuk operasional BPK Rp 1 miliar," ungkap Joko.

"Di BAP menyebut nama Achsanul Qosasi?" tanya jaksa KPK.

"Saya kurang tahu, hanya diminta Pak Adi untuk menemui Pak Yonda, ketemu di koridor Mall Green Pramuka," ungkap Joko.

Fee untuk Bayar Artis Cita Citata di Acara Kemensos Labuan Bajo.

Lebih lanjut, Joko juga mengungkapkan uang itu juga diperuntukkan buat segala jenis kegiatan Kemensos. Termasuk membayar artis Cita Citata saat mengisi acara Kemensos di Labuan Bajo.

"Lalu, pembayaran hotel biro humas Rp 80 juta, pembayaran tes swab COVID pimpinan Kemensos Rp 30 juta, seragam baju tenaga pelopor Rp 80 juta, pembayaran kegiatan Mesuji Lampung Rp 100 juta, pengerahan tenaga pelapor untuk monitoring gudang Rp 80 juta, pembayar makan minum rapat pimpinan awal akhir Rp 100 juta, pembayar makan minum tim bansos relawan dan tim pantau Rp 200 juta, pembayar sapi Rp 100 juta, sewa pesawat carter Labuan Bajo Rp 270 juta, pembayaran artis untuk kegiatan rapat Labuhan bajo Rp 150 juta," ungkap Joko.

"Artisnya informasinya Cita Citata, saya juga nggak hadir," kata Joko.

Dalam kasus ini, Juliari Peter Batubara dan pejabat Kemensos Adi Wahyono serta Matheus Joko Santoso ditetapkan menjadi tersangka bansos Corona. Di sidang ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Keduanya didakwa memberi suap ke mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dkk. Harry disebut jaksa memberi suap Rp 1,28 miliar, sedangkan Ardian memberi Rp 1,95 miliar.

Keduanya memberi uang suap agar Kemensos menunjuk perusahaan mereka sebagai penyedia bansos sembako Corona. Mereka juga memberikan fee Rp 10 ribu per paket bansos ke Juliari setiap mereka mendapatkan proyek itu, uang ini yang disebut uang operasional.***

Komentar

Loading...