Motif Pembunuhan di Gunung Salak Mulai Ada Titik Terang

Chiw Yit Hau Sempat Dicari Keluarga

Chiw Yit Hau Sempat Dicari Keluarga
Ilustrasi Pembunuhan. (Shutterstock/far)

Aceh Utara I Tim penyidik Polres Lhokseumawe terus bekerja untuk mengungkap secara tuntas kasus tewasnya Chiw Yit Hau (58) yang sempat dikabarkan hilang dan dicari keluarga.

Terakhir, korban yang berprofesi sebagai sopir Grab asal Kota Medan, Sumatera Utara ini, ditemukan tewas  mengenaskan di Gunung Salak, kawasan Kabupaten Aceh Utara, Minggu, 6 Juni 2021, sekitar pukul 16.00 WIB sore.

Saat itu, Abdul Hasymi (40) yang menemukan pertama kali ketika hendak buang air kecil. Lalu, mayat  dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia, Kabupaten Aceh Utara di Desa Buket Rata, Kota Lhokseumawe. 

Humas RSU Cut Mutia Jalaluddin mengaku mayat korban pembunuhan itu telah dijemput keluarga yang datang dari Kota Medan. 

“Ada pria yang datang ke rumah sakit mengaku sebagai suami dan anaknya. Setelah melihat jenazah wanita itu, mereka pun membawa pulang ke Medan,” terangnya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto mengatakan, kasus mayat yang ditemukan di Gunung Salak tersebut, mulai mendapatkan titik terang. Menyusul terungkapnya identitas korban yang merupakan warga tionghoa berprofesi sebagai sopir Grab asal Kota Medan. 

Kapolres menjelaskan, sampai saat ini polisi sedang bekerja keras  untuk mendalami dan mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut dan melacak keberadaan penumpang terakhir yang dibawa korban. 

“Benar korban, warga Tionghoa. Polisi sedang bekerja keras untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Saya mohon doanya agar segera dapat mengungkapnya,” ujar dia. 

Sebelum ditemukan jadi mayat, korban sempat dikabarkan hilang dan dicari-cari keluarganya dengan menyebarkan foto orang hilang. Korban Chiw Yit Hau beralamat di Jalan Metal, Gang Budi, No: 21/22 Medan. Sementara mobil Grab online dengan nomor polisi  BK 1521 ZP. 

Menurut keluarga kepada aparat kepolisian setempat. Korban hilang kontak sejak Kamis, 3 Juni 2021, ketika mendapatkan order mengantar penumpang dari Kota Medan menuju Kota Lhokseumawe. 

Salah seorang warga Kota Lhokseumawe Fajar (31) mengaku yakin kasus di Gunung Salak tersebut akan segera dapat diungkapkan jajaran Polres Lhokseumawe. 

Alasannya, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, berhasil mengungkap kasus pembunuhan Jamaluddin, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Medan, yang dilakukan isterinya sendiri bersama selingkuhannya. 

Ketika itu, AKBP Eko bertugas di jajaran Polda Sumatera Utara.

“Saya yakin kasus mayat Gunung Salak akan segera terungkap, karena Kapolresnya orang hebat, yang pernah mengungkap kasus pembunuhan hakim Jamal,” tutur Fajar optimis.*** 

Komentar

Loading...