Breaking News

Bupati Rocky Harap Pemerintah Aceh Bangun Pompanisasi di Kabupaten Aceh Timur

Bupati Rocky Harap Pemerintah Aceh Bangun Pompanisasi di Kabupaten Aceh Timur
Kamis, 22 Agustus 2019 lalu, Bupati Aceh Timur turun tangan langsung membantu para petani menggarap sawah yang akan ditanami padi organik (Foto: kabardaerah.com)

Idi, Aceh Timur | Bupati Aceh Timur Hasballah berharap, Pemerintah Aceh dapat membantu pengadaan pomponisasi di sejumlah kecamatan seperti Ranto Peureulak, Idi Timur, Peureulak Barat, Peunarun dan Simpang Jernih, sehingga hasil produksi gabah bisa lebih surplus. 

"Hari ini kita akui sebagian kecamatan memiliki jaringan irigasi dan pompanisasi, tapi sebagian besar juga masih sawah tadah hujan. Karena itu, saya berharap dukungan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, baik pengadaan pompanisasi ataupun jaringan irigasi," kata Hasballah yang akrab disapa Rocky.

Harapan tersebut disampaikan pada sela-sela acara Gerakan Tanam Padi di Desa Seuneubok Johan, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Rabu.

Begitu juga dengan jaringan irigasi sayap kanan, Rocky berharap segera selesai, sehinga 4.000 hektar sawah tadah hujan di Kecamatan Nurussalam dan Darul Aman bisa terairi. 

"Jika hal ini terwujud akhir tahun ini, maka stok habah di tahun 2021 akan lebih melimpah lagi, apalagi petani sawah bisa melakukan penanaman padi setahun 2-3 kali per tahun," tutur Rocky.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikiltura Aceh Timur, drh. Muhammad Mahdi menyebut, gerakan tanam padi kali ini dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dalam menghadapi pandemi COVID-19 didaerah itu. 

"Luas sawah di Kabupaten Aceh Timur mencapai 16.467 hektar dan mayoritas lahan sawah tadah hujan," ujarnya.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Safrizal mengatakan, para kepala daerah bersama kepala dinas didaerah di harapkan dapat menggenjot luas lahan tanam, baik lahan sawah atau lahan kering. 

"Target kita tahun ini Aceh bisa memproduksi mencapai 1,7 juta ton padi atau 1,1 juta ton beras," ujarnya.

Meningkatkan produksi, lanjut Safrizal, maka perlu dilakukan penanaman di lahan kering seperti padi darat atau padi gogo. 

"Saat ini produksi gabah periode Januari-Mei 2020 telah memproduksi 1,1 ton gabah. Jadi sisa yang harus diproduksi periode Juni-Desember 2020 hanya 600.000 ton lagi," sebut Safrizal.

Hadir antara lain Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, Dandim 0104/Aceh Timur, Letkol CZI Hasanoel Arifin Siregar. Kajari Aceh Timur Abun Hasbulloh Syambas. Ketua DPRK Aceh Timur Tgk. Muhammad Daud. Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultural Aceh Timur, Drh. Muhammad Mahdi, dan sejumlah anggota DPRK Aceh Timur, sejumlah pejabat, unsur forkopimcam, para penyuluh dan tokoh masyarakat.***

Komentar

Loading...