Bupati Ramli MS Siap Jabat Ketua DPW PA Aceh Barat

Bupati Ramli MS Siap Jabat Ketua DPW PA Aceh Barat
Bupati Aceh Barat Ramli. MS/Foto MODUSACEH.Dok

Meulaboh |  Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh (PA) Kabupaten Aceh Barat diperkirakan sudah diambang pintu.

Ini sejalan dengan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (DPA-PA), Nomor :081/KPTS-DPA/VII/2019, tentang penunjukan pelaksanaan tugas (Plt) Ketua DPW-PA Kabupaten Aceh Barat.

Dalam sirat keputusan (SK), September 2019 itu mengatur diktum ketiga huruf c disebutkan; Plt diberikan tugas untuk melaksanakan Muswil DPW PA Wilayah Aceh Barat, paling lambat enam bulan sejak surat keputusan ini ditanda tangani.

Itu artinya, awal 2020 mendatang, Muswil DPW-PA Aceh Barat, jika ada sesuatu lain hal akan dilaksanakan.

Lantas bagaimana respon Bupati Aceh Barat Ramli MS untuk menduduki jabatan nomor wahid di DPW-PA Aceh Barat? Ditemui media ini, usai rapat di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Barat, Rabu sore (6/11/2019) kader Partai Aceh ini  mengatakan. Jika jamaah memilihnya sebagai Ketua DPW PA, maka dia siap.

Kesiapan mantan Wakil Ketua DPRK Aceh Barat itu dengan harapan atas persetujuan jamaah di  partai lokal ini. “Masalah ketua, tergantung pada jamaah. Kalau mereka memilih saya sebagai ketua, saya mau dan siap. Tetapi, jika diberikan dengan hak paten A, B, C, saya tidak mau,” tegas Bupati Aceh Barat Ramli MS.

Bupati Aceh Barat yang diusung dan dukung PA  pada Pilkada 2017 lalu punya ada alasan tersendiri, kenapa ia tidak mau jika ada hak paten. Menurutnya, untuk membangun dan membesarkan partai, harus ada kerja sama dan keterlibatan banyak pihak pada semua lini.

“Kenapa saya tidak mau, karena tidak mampu kita membangun partai begitu besar sendiri. Kalau jamaah Insya Allah. Saya tidak mau meninggalkan jamaah,” sebut Ramli MS.

Ia tak mempersoalkan satu atau dua tokoh yang maju untuk memimpin PA Aceh Barat. Paling penting baginya, bila kader PA percayakan pada dirinya, harus ada dukungan berjamaah, guna membangun Partai Aceh lebih baik ke depan.

“Boleh juga dalam sistem perebutan. Karena itu juga jamaah, kita hargai itu. Tetapi Kalau sistem penunjukan, itu tidak mungkin. Karena pasti ada yang kurang senang. Namun kalau hasil musyawarah, Insya Allah,” ujar Ramli. MS.

Bukan hanya itu, saat media ini minta penjelasannya pada periode pertama dan periode kedua sebagai Bupati Aceh Barat dalam membesarkan Partai Aceh, Ramli. MS mengaku sangat sederhana. Menurutnya, adalah ide.

“Sangat sederhana. Yang bisa menghargai manusia ide. Program-program kita yang didukung masyarakat. Jadi, mereka mau mendukung PA karena melihat realisasi pembangunan di Aceh Barat. Sangat mendukung rakyat, mungkin di situ. Bukan dari lainnya,” jelas Ramli MS.

Paska perdamaian Aceh 2005 atau Pileg perdana di Aceh yang mengikutsertakan partai lokal. PA berhasil meraih urutan kursi terbanyak di DPR Aceh dan DPRK. Khusus Aceh Barat meraih tujuh kursi.

Namun, pada Pemilu 2014 kursi PA di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh hilang dua kursi. Sebab pada Pemilu 2014 saat Ramli. MS tak lagi menjabat Bupati, kursi PA hanya tinggal lima.

Nasib baik kembali diraih PA saat Ramli. MS kembali aktif menjabat Bupati Aceh Barat periode kedua. Karena hasil pertarungan dalam Pemilu, 17 April 2019 lalu. PA berhasil merebut kursi Ketua di parlemen negeri Teuku Umar itu, dengan jumlah enam kursi.

“Pada Pemilu 2009 itu PA dapat 7 kursi, Pemilu 2014  5 kursi, dan dalam Pemilu 2019 kemarin 6 kursi dengan harga kursi yang sangat mahal,” tegas Ramli MS.***

Komentar

Loading...