Di Balik Runtuh Jembatan Ulee Raket

Bupati dan Ketua DPRK Aceh Barat: Bertahan Rp 40 Miliar atau Pindah?

Bupati dan Ketua DPRK Aceh Barat: Bertahan Rp 40 Miliar atau Pindah?
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Jembatan rangka baja Ulee Raket, Gampong Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVII, Kabupaten Aceh Barat, runtuh total beberapa waktu lalu. Diduga, kondisi ini akibat digerus air.

Begitupun, tak menurunkan semangat Bupati Aceh Barat Ramli. MS dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRK) Samsi Barmi untuk terus membangun jembatan yang saban hari dilintasi masyarakat Kecamatan Kaway XVII dan Pante Ceureumen, Aceh Barat.

Bupati Aceh Barat Ramli. MS, Rabu sore (6/11/2019) menjelaskan, pihaknya terus berupaya dan mencari solusi agar jembatan itu bisa dibangun setelah rusak total. Salah satunya, melakukan pertemuan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca: Jembatan Ambruk, Kegiatan Ekonomi Dua Kecamatan Terancam

"Kesimpulannya turunkan tim teknis. Dan Alhamdulillah tadi (Rabu, 6/11/19) sudah masuk pada saya. Menurut tim teknis, kalau dibangun tempat semula itu DED harus dirubah dulu dan otomatis bangun baru,” kata Ramli. MS.

Nah, karena kondisinya harus bangun baru, maka kondisi lain yang perlu adalah, adanya persetujuan bersama dengan tokoh masyakat setempat. Sebab, jika keinginan masyarakat jembatan rangka baja itu tetap harus bangun di tempat semula, maka anggaran yang diperlukan menjadi dua kali lipat dari rencana awal Rp 20 miliar.

Karena itu jelas kader Partai Aceh ini, kalau dibangun di tempat semula maka Detail Engineering Design (DED) baru. Kemudian, sungai juga harus dibangun tanggul.

Sehingga dari kondisi tersebut kata Bupati Aceh Barat, butuh masa pekerjaan tiga tahun dan anggaran bertambah dari Rp 20 miliar yang sudah disetujui menjadi Rp 40 miliar.

Baca: Kepala Desa Minta Pemkab Cepat Bangun Jembatan Baru

Alternatif lain, pembangunan jembatan tersebut digeser ke bawah-sekitar 300 meter dari jembatan pertama. Bila ada kesepakatan bersama dan sepakat dipindahkan lokasinya, maka kata Bupati Aceh Barat, DED yang sudah ada tidak perlu dirubah dan anggaran cukup Rp 20 miliar serta waktu diperkirakan lebih singkat perkerjaannya sekitar satu tahun.

“Jika tidak ada kendala dan ada kesepakatan tokoh-tokoh masyarakat hari ini setuju, boleh dipindahkan ke bawah sekitar 300 meter jarak dengan jembatan semula. Kalau disepakati itu bisa cepat siap, tahun depan sudah bisa kita pakai dan cukup dana Rp 20 miliar,” akui Ramli. MS.

Lagi-lagi Bupati Ramli. MS mengatakan itu harus ada persetujuan bersama. “Nanti dalam dua hari ini akan masuk dari masyarakat dan akan kami ambil kesimpulan,” katanya.

Lanjut Bupati, harapannya anggaran yang sudah ada tetap lanjut karena masyarakat sangat membutuhkan jembatan itu. “Anggaran yang sudah disahkan kita harapkan lanjut. Kita lihat item-item-nya bagaimana,” ujar Ramli. MS.

Setali tiga uang, agar masyarakatnya mudah lalu-lalang berkerja, Ketua DPRK Aceh Barat dari Partai Aceh Samsi Barmi, Selasa (5/11/2019) lalu mengatakan. Pembangunan jembatan menuju Kecamatan Pante Ceureumen tetap lanjut.

“Pembangunan tetap lanjut, kalau pembangunan di tempat semula perlu dua kali anggaran. Karena pertimbangan APBK lebih baik pindah ke bawah sekitar 300 meter dari tempat semula, di Desa Pasie Kumbang. Karena tempat semula sungainya tidak tegak lurus lagi,” kata Ketua DPRK Aceh Barat.

Nah, sambil menunggu jembatan tersebut siap, saran Sami Barmi apakah untuk sementara disediakan rakit ukuran besar, supaya transportasi masyarakat dari skala kecil dan besar bisa menyeberangi sungai itu.

“Kita juga harus pikirkan apakah menyediakan rakit mesin yang bisa naik mobil besar agar tak terganggu masyarakat. Ini dalam kondisi darurat,” jelas Samsi Barmi, menyarankan.***

Komentar

Loading...